Maraknya isu penculikan anak yang meskipun telah dikonfirmasi pihak kepolisian sebagai berita bohong, nyatanya masih ‘memakan’ korban.
Di Jalan Asahan KM 21, tepatnya di Huta V Marihat Tempel, Nagori Pamatang Sahkuda, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, seorang wanita yang diduga mengidap gangguan jiwa bonyok usai mendapat pukulan bertubi-tubi dari warga.
Emosi massa semakin tak terbendung lantaran terprovokasi dengan isu penculikan anak yang sedang marak belakangan ini. Beruntung wanita tersebut langsung diamankan warga ke Kantor Pangulu Pamatang Sahkuda dan nyawanya berhasil diselamatkan.
Informasi diperoleh Newscorner.id di lokasi kejadian, Rabu (31/10) menyebut, peristiwa bermula ketika wanita dengan gangguan jiwa membeli rokok di salah satu warung dekat Kantor Pangulu.
“Awalnya dia beli rokok. Karena uangnya berlebih, pemilik warung kemudian mengambil kembaliannya di dalam rumah,” ujar Devi (28), warga setempat.
“Rupanya dia (wanita dengan gangguan jiwa) mengikuti pemilik warung sampai ke dalam rumah, jadi ribut lah. Aku pun sempat kena tonjok gara-gara mau mengamankan dia,” sambungnya.
Meski demikian, pemilik warung sempat memintanya secara baik-baik untuk menunggu saja di luar. Namun wanita itu malah mengancam akan meninju si pemilik warung.
“Ngomel-ngomel dia, dibilangnya pemilik warung ‘sok kali’. Entah kenapa kemudian jadi ramai, warga langsung datang,” ujar Devi lagi.
Diduga terpancing isu penculikan, tanpa komando, warga langsung menghakimi wanita tersebut dengan bogem mentah hingga bagian wajah mengeluarkan darah segar.
Sementara itu, pemilik warung diketahui bernama Santi (40) mengatakan, sebelum diamuk massa wajah wanita tersebut telah lebih dulu terlihat luka-luka dan lebam. Ia menduga bahwa wanita itu juga pernah mengalami peristiwa serupa di tempat lain.
“Pas datang mukanya memang uda lebam-lebam gitu. Mungkin di tempat lain pernah dimassakan juga,” tuturnya.
Kanit Reskrim Polsek Bangun Ipda Ivan Siregar ketika dikonfirmasi Newscorner.id membenarkan peristiwa itu. Guna menghindari hal tak diinginkan, pihaknya langsung turun ke lokasi dan mengamankan wanita tersebut.
“Benar ya, diduga mengidap gangguan jiwa. Mengenai langkah apa yang akan kita ambil, selanjutnya akan kita kabari,” ujarnya. (nal/turnip)




Discussion about this post