Bencana alam tanah longsor terjadi di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, dan menimbun satu rumah warga.
Tujuh penghuni rumah tertimbun, satu ditemukan tewas dan enam lainnya masih dalam pencarian. Bencana tanah longsor yang menimbun rumah warga di Nias Selatan itu terjadi, Sabtu pagi setelah hujan yang deras terjadi di daerah itu dalam beberapa hari terakhir.
Informasi terkini Senin (12/11) pagi sekitar pukul 11.00WIB yang diterima dari Kapolres Nias Selatan, AKBP Faisal Napitupulu SiK MH , melalui Kasubag Humas Polres Nias Selatan, Brigadir Dian Octo Tobing, Enam warga masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Kapolres Nias Selatan, AKBP Faisal Napitupulu SiK M.H dan sejumlah tim penanggulangan bencana dan pencarian terhadap korban tiba di Lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.
Dari hasil penanganan sementara selanjutnya ditemukan satu dari 7 warga yang hilang. Kristofen Hulu (4) telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di bawah timbunan.

Enam korban lainnya yang belum ditemukan yakni, Aristina Laia alias ina Elsa (33), Dalman Hulu (7), Setiamas Hulu alias ina Putri (30), Rei Jaya Hulu (3), Putri Hulu (5) dan Noverman Hulu (2).
Selanjutnya sekitar pukul 16.30 WIB Kapolres bersama Bupati Nias Selatan mendatangi rumah duka. Camat Gomo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Kapolres Nisel dan melaporkan peristiwa tanah longsor dan dilanjutkan doa bersama dipimpin oleh Kapolres Nias selatan.
Bupati Nias Selatan, Kapolres Nias Selatan, Danramil Gomo, Kapolsek Gomo, perwakilian puskesmas gomo dan BPBD Nias Selatan serta Camat dan jajaran Kepala Desa Gomo, sekitar pukul 17.30 WIB melaksanakan rapat koordinasi untuk menentukan titik lokasi pencarian korban dan rencana untuk mendirikan tenda posko serta logistik untuk korban tanah longsor yang akan diungsikan sementara.
Selain satu unit rumah semi permanen, ladang seluas sekitar ½ Ha terimbas atas bencana tersebut. Meski telah dilakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan sampai dengan pukul 18.00 WIB.
Proses pencarian akan dilanjutkan dengan menurunkan alat berat untuk membantu mengevakuasi korban yang belum ditemukan. Pencarian dimulai kembali keesokan harinya sekitar pukul 7.00 WIB dengan mempertimbangkan faktor cuaca di TKP.
Posko penanggulangan dan dapur umum didirikan di halaman rumah masyarakat sekitar 50 m dari TKP. Dihimbau jika ada potensi dan bencana susulan, agar warga segera mengevakuasi diri.(Pol/Vay)




Discussion about this post