Setelah tiba dan disambut ratusan warga di Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII di Silangit dengan Pesawat Citilink Pukul 11.45 WIB, jenazah Efrandi Hutagaol (28) dibawa ke rumah duka di Dusun IV Hutagaol Sosor Dolok Desa Hutagaol Kecamatan Balige Kabupaten Tobasa, Sabtu (8/12/2018).
Tiba di rumah duka, sejumlah warga dan kerabat yang mengenakan pakaian berwarna gelap dengan ulos di pundak tak kuasa menahan rasa sedih yang mendalam atas kepergian pria perantau yang pulang tak bernyawa itu.
Jumaida boru Gultom, ibu korban kekejaman korban kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua itu menjerit histeris melihat peti berisi jasad anaknya diangkat dari ambulance. Kerabat keluarga sebelumnya sudah menunggu sejak Efrandi dinyatakan meninggal beberapa hari lalu.
Pahlawan pembangunan jalan Trans Papua yang merupakan Tenaga Ahli BBPJN PUPR itu tiba di Rumah Duka pukul 14.00 WIB.
Jenazah Efrandi Hutagaol diberangkatkan dari Bandara Halim menuju Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII di Silangit dengan Pesawat Citilink Pukul 11.45 WIB.
Sirine ambulans yang meliuk-liuk memecah keheningan kampung dan sontak, ibunya Jumaida boru Gultom dan Ayahnya Sintua Sabar Hutagaol, istrinya boru Manik serta keluarga lainnya langsung histeris.
Diiringi lagu kidung puji-pujian kristiani Jumaida semakin menjerit seadanya dan tak kuasa membendung air matanya.
Ia harus dipapah oleh keluarga lainnya menuju halaman rumah sebelum ambulans tiba membawa jenzah anak keduanya itu.
Saat ambulans tiba jeritan Jumaida atau ayahnya serta mertua dan istri almarhum semakin menjadi-jadi. Peti jenazah anaknya terus ditangisi, teman sekampung serta kerabat lainnya berusaha mendekat ke peti jenazah Efrandi.
Informasi diperoleh, direncanakan jenazah Efrandi Hutagaol akan dikebumikan Sabtu tanggal 08 Desember 2018, sekira pukul 17.00 WIB di Pemakaman Keluarga sekitar 500 Meter dari rumah duka.
Ucapan belasungkawa terhadap pahlawan Jalan Trans Papua, Efrandi Hutagaol (29) mengalir di media sosial, khususnya di kalangan pegawai Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVIII Papua.
Efrandi Hutagaol (29) adalah pegawai BBPJN Wilayah XVIII Papua yang menjadi salah satu korban di antara 16 orang yang ditemukan tewas dalam pembantaian oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puncak Kabo, Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018).
Efrandi Hutagaol diketahui meninggal dunia setelah aparat keamanan berhasil mengevakuasi jenazahnya dari Distrik Mbua ke Timika, Kabupaten Mimika, bersama dengan 6 jenazah lainnya, Jumat (7/12/2018) pagi.
Kepala Satuan Kerja (Satket) Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Papua yang berbasis di Wamena, Togap Hariyanto Manik menjelaskan, Efrandi Hutagaol merupakan pegawai lapangan yang dapat diandalkan, khususnya dalam proyek pembangunan Jalan Trans Papua.
“Jadi memang dia belum kita angkat sebagai aparatur sipil negara (ASN), namun dia sudah bergabung dengan BBPJN Papua sekitar tujuh tahun. Selama bekerja almarhum tak kenal lelah dan juga tak pernah mengeluh, bahkan selalu siap bekerja di mana pun ditugaskan,” ucapnya.
Bagi Togap Manik dan pegawai BBPJN Wilayah XVIII Papua, Efrandi Hutagaol adalah pahlawan pembangunan jalan Trans Papua, yang mulai dibangun sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
“Kita sangat berduka atas insiden ini. Efrandi Hutagaol adalah pahlawan bagi kami. Pahlawan pembangunan Jalan Trans Papua,” tutupnya.(red)




Discussion about this post