Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah (Dan Denkesyah) 01.04.01 Pematangsiantar, Letkol Ckm Suhartono di dampingi Wadan Mayor Ckm Rusli Rahmat, Kapen Korem 022 Pantai Timur, Mayor Infanteri Yarwadi serta Mayor Ckm T Simanjuntak beserta staf rumah sakit menyampaikan pernyataan resmi terkait adanya video viral komplain anggota TNI AD yang menjadi salah seorang pasien rumah sakit.
Pasien tersebut Kapten Infanteri Leo Sianturi Komandan Koramil 10 Balimbingan Kodim 02/07 Simalungun.
Disampaikan Letkol ckm Suhartono, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, pasien yamg bersangkutan tidak ada di usir dari rumah sakit.
Kejadiannya berawal pada Jumat (25/1) pagi saat Srika Dewi, perawat yang bertugas sebaga wakil kepala ruangan mendatangi Kapten Leo dan menanyakan perihal siapa yang menjaganya.
Kapten Leo merasa tersinggung saat perawat menanyakan tentang istri dan anaknya yang tidak ikut di sana menjaganya.
Namun menurut Srika Dewi hal yang ditanyakannya adalah SOP rumah sakit, pun demikian saat Kapten Leo keberatan ia pun mengaku sudah meminta maaf.
Dewi mengaku saat itu awalnya ia menanyakan terkait apakah pasien sudah sarapan. Namun saat itu pasien mengatakan kalau ia tidak mau sarapan, dan nasi yang diantarkan perawat dikembalikan.
Berlanjut pertanyaan berikutnya yang menyangkut istri dan anak. Disampaikan Dewi hal tersebut ditanyakan agar pihak rumah sakit tahu menyiapkan, jika yang bersangkutan tidak ada yang menjaga dari pihak keluarga.
Setelah terjadi ketidak puasan tersebut, Kapten Leo meninggalkan rumah sakit, meski ada pihak rumah sakit yang menghalanginya.
Selanjutnya pihak rumah sakit pun mengikuti Kapten Leo ke Rumah Sakit Vita Insani dan selanjutnya ke kantor BPJS Pematangsiantar.
Di halaman kantor BPJS tersebut selanjutnya Kapten Leo meluahkan kekesalannya.
Video luahan kekesalannya tersebut selanjutnya viral. Dalam video tersebut Kapten Leo Sianturi meluapkan emosinya dan mengaku mendapatkan pelayanan buruk usai menjalani operasi asam urat di bagian kakinya.
Kapten Leo menjelaskan diusir oleh perawat karena tidak ada keluarga yang menjaga. Ia mengatakan perawat mengusirnya karena dalam posisi sendiri.
“Saya sedang makan kerupuk disampaikan kenapa makan kerupuk pak. Nasi saya di sana gimana saya mengambil. Istri kemana pak, kata perawat itu. Kalau kita dirawat kan gak perlu ditanya istri dan anak berapa.
Kapten Leo pergi meninggalkan Rumah Sakit TNI Siantar. Ia pergi menggunakan inpus dengan menggunakan angkutan umum. Ia minggat dari Rumah Sakit TNI menuju Rumah Sakit Vita Insani.
“Karena saya marah-marah dan menunjukkan baju dinas tentara saya, mereka minta maaf. Ada satu utusan mereka yang minta maaf sama saya. Saya gak mau,”ujarnya.
Kapten Leo merasa pelayanan di Rumah Sakit TNI tidak memberikan pelayanan baik kepada siapapun.
“Perwira saja digitukan. Apalagi masyarakat biasa, bisa mati. Pelayanan rumah sakit tentara sangat mengecewakan. Padahal itu katanya untuk dilayani. Nyatanya saya masih aktif, ternyata pelayanan tidak bagus,”ujarnya.
Kapten Leo menjelaskan masuk ke Rumah Sakit TNI pada Kamis (24/1/2019) sekitar pukul 11.30 WIB siang. Ia mulai dioperasi mulai pukul 14.00 WIB.
Pihak Rumah sakit pun membantah kalau pasien tidak boleh dirawat di Rumah Sakit TNI tanpa ada keluarga yangmenjaga.
https://web.facebook.com/beritacorner/videos/285282212137659/
“Kalau sakit ya kalau boleh ada yang menjagalah. kalau memang tak ada kita kan bisa ekstra menjaga,” tegas pihak rumah sakit.
Bahkan lebih lanjut disampaikan Dan Denkesyah saat pergi meninggalkan rumah sakit, Kapten Leo dibantu pihak rumah Sakit Tentara ke Rumah Sakit Vita Insani.
Kapenrem Pantai Timur, Mayor Yarwadi pun menjelaskan pihak Korem Pantai Timur bertanggungjawab jika ada anggota satuan yang sakit di bawah jajarannya.
Terhadap Kapten Leo Sianturi akan dilakukan pemeriksaan rekam medik dan dilakukan proses rujukan ke rumah sakit yang lebih tinggi tingkatannya jika hal tersebut disarankan dokter.(Rivay Bakkara)




Discussion about this post