Oleh: Monalisa Sibarani, Mahasiswi semester 8 program studi Manajemen Rekayasa, Institut Teknologi Del
Teknologi yang disruptif telah menyentuh hampir sebagian besar aspek kehidupan. Terutama dalam era revolusi industri keempat (Industri 4.0). Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.
Hal inilah yang disampaikan oleh Klaus Schwab, Founder dan Executive Chairman of the World Economic Forum dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution. Peneliti terkemuka berpendapat bahwa revolusi industri keempat akan membentuk masa depan melalui pengaruhnya terhadap pemerintah dan bisnis. Manusia tidak memiliki kontrol yang signifikan atas teknologi atau gangguan yang datang dengan revolusi industri keempat. Namun, manusia bisa meramal kemungkinan apa yang akan datang dengan revolusi industri keempat. Lahirnya inovasi-inovasi terbaru berbasis teknologi semakin tak terbendung, tak terkecuali dalam bidang keuangan atau yang biasa disebut financial technology.
Teknologi Finansial adalah penggunaan teknologi dalam sistem keuangan yang menghasilkan produk, layanan, teknologi, dan/atau model bisnis baru serta dapat berdampak pada stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan/atau efisiensi, kelancaran, keamanan, dan keandalan sistem pembayaran.
Dalam dua dekade terakhir manusia sudah menggunakan uang digital. Berbeda dengan sejarah panjang uang dalam peradaban manusia yang memiliki wujud fiisik sepeti logam, kertas, bahkan tukar menukar benda sekalipun, uang di gital telah mengeliminasi fungsi fisik uang.
Pembayaran via deposit, bank transfer, pembayaran online, bahkan kegiatan investasi online adalah bukti bila peradaban sudah akrab dengan penggunaan uang digitial. Tidak ada lagi lembaran atau koin, transaksi antar negara sekalipun akan selesai dalam hitungan detik. Dalam dunia digital uang dapat berpindah lebih jauh dan lebih cepat, bank menjadi landasan pergerakan uang digital dimana kegiatan transaksi dan pergerakan uang terjadi di bawah satu naungan institusi bank.
Kini kita sedang memasuki fase baru uang dalam peradaban, di mana uang akan menjadi sesuatu yang terprogram. Saat mata uang digabungkan dengan suatu sispem perangkat lunak, maka uang bukan lagi sebuah nilai yang statis, dan kita tidak lagi memerlukan media sebagai perantara dalam melakukan transaksi.
Sebagaimana uang digital telah mengeliminasi fungsi fisik dari uang, pada era yang terprogram, kita tiba pada fase dimana manusia dan institusi akan di eliminasi dari lingaran transaksi. Transaksi tidak lagi akan terasa sebagaimana transaksi yang biasa dilakukan. Tidak ada lagi perantara dalam melakukan transaksi dengan keamanan dan kelancaran yang lebih mempuni.
Cryptocurrencies atau mata uang firtual adalah tahapan pertama dari evolusi di era terprogram ini. Cryptocurrencies adalah bidang khusus ilmu Matematika yang disebut Cryptography yang mempelajari bagaimana meningkatkan keamanan komunikasi Mata uang virtual adalah uang digital yang lepas dari institusi dan intermediasi.
Bitcoin adalah mata uang virtual yang paling banyak dikenal diantara ratusan lainnya seperti Etheruem, Litecoin, Stellar dan masih banyak lagi. Mata uang virtual ini memungkinkan manusia bertransaksi tanpa batasan jarak dan waktu dengan bebas, tanpa mendaftarkan diri pada satu institusi, dan tanpa membutuhkan izin keamanan transaksi.
Mata uang virtual akan menjadi jembatan dengan perubahan metode atau cara kita menciptakan keamanan dalam bertransaksi. Kita belum sepenuhnya memasuki dunia yang akrab dengan mata uang virtual, namun dunia saat ini di analogikan seperti dunia saat melihat penemuan mobil pertama kali, dan mata uang virtual adalah mobil pertama yang sulit dipahami dan digunakan.
Ada pendapat yang berbeda dan menghadapi mengenai masa depan mata uang virtual. Whils, mereka dengan libertarian dengan pemandangan kehidupan optimis dan merangkul sistem cryptocurrency, ekonom, dan cendekiawan dari bidang ini tidak antusias tentang penggunaan cryptocurency dalam sistem pembayaran dan transaksi keuangan. Pandangan optimis penggunaan cryptocurrencies didukung oleh fakta bahwa mereka membuat transaksi lebih mudah. Mentransfer dana antara dua pihak dalam transaksi; transaksi ini akan difasilitasi melalui penggunaan kunci publik dan Pribadi untuk tujuan keamanan.
Mata uang virtual menawarkan banyak sekali keuntungan dalam penggunaan nya seperti tidak adanya inflasi, kemungkinan transaksi tanpa batas, tidak ada batasan baik besar transaksi maupun jangkauan transaksi, prinsisp desentralisasi dikarenakan tidak ada institusi sentris dari mata uang virtual, kemudahan digunakan, keanoniman yang menjamin keamanan privasi dalam bertransaksi, transparansi, kecepatan transaksi, keamanan dengan penerapan cryptography menjamin tidak adanya celah untuk menggunakan data umtuk kejahatan, dan kemudahan investasi. Disamping sekian banyak keuntungan yang di tawarkan mata uang virtual ini, mata uang virtual tetap hadir dengan segelintir kerugian seperti risiko dalam investasi mata uang virtual yang mungkin terjadi dalam jangka singkat atau panjang dan nilai mata uang virtual yang mungkin akan terjun bebas saat muncul inovasi lain dalam bidang keuangan.
Revolusi Industri 4.0 benar membawa teknologi yang semakin memberi kemudahan dalam kehidupan manusia. Tidak hanya bisa menggantikan posisi kinerja manusia akan sesuatu hal, teknologi kini mulai bisa mendapat posisi kepercayaan manusia, sabagaimana mata uang virtual yang mulai mendapat perhatian. Transaksi menggunakan mata uang virtual ini menjadi bukti kepercayaan terhadap instiitusi telah tergeser dengan kepercayaan terhadap teknologi. Teknologi disruptif yang dibawa oleh era industri 4.0 sudah mengubah pola kepercayaan manusia akan sesuatu hal. Manusia sudah mau di bawa oleh orang yang tidak di kenal saaat menggunakan angkutan publlik, kini manusia mulai mempercayai teknologi dalam melakukan transaksi, inilah finansial di masa industri 4.0
Referensi
Bailis, P. & Song, H. (2017). Research for Practice: Cryptocurrencies, Blockchains, and Smart Contracts; Hardware for Deep Learning. Communications of the ACM, 60(5), p. 48-51.
Bamford, J. (1982). The Puzzle Palace: Inside the National Security Agency, America’s Most Secret Intelligence Organization. Penguin.
Gandal, N. & Halaburda, H. (2016). Can we predict the winner in a market with network effects? Competition in cryptocurrency market. Games, 7(3), p. 1-21.
Ivaschenko, A.I. (2016). Using Cryptocurrency in the Activities of Ukrainian Small and Medium Enterprises in order to Improve their Investment Attractiveness. Problems of economy, (3), p. 267-273.
Li, X. & Wang, C.A (2017). The technology and economic determinant of cryptocurrency exchange rates: The case of Bitcoin. Decision support system, 95, p. 49-60.




Discussion about this post