Demikian halnya tahun ini, hari raya Idul fitri tinggal menghitung hari.
Pemerintah akan mempersiapkan fasilitas baik mobilisasi pengangkutan maupun infrastruktur jalan, harus dalam keadaan siap untuk melayani arus mudik.
Bagi jalan jalan rusak ataupun jalan longsor maupun rawan longsor yang tidak sempat diperbaiki harus ada rambu peringatan untuk menghindari lakalantas.
Dibeberapa titik ruas jalan lintas Sumatera di Kab.Tapanuli Utara ada yang jalan sudah rusak dan yang mengalami longsor sehingga diperlukan rambu peringatan jalan rusak.
Di satu titik jalan lintas Tarutung–Sibolga tepatnya 200m dari jembatan Sitakka, desa Parbubu 1, Kec.Tarutung.
Badan jalan sudah rusak parah.
Demikian juga di ruas jalan Tarutung-Siborongborong, tepatnya di lokasi wisata pemandian air panas aek rangat Kec.Sipoholon. serta di depan Sekolah Tinggi Kristen Protestan Negeri(STKPN) di desa pagarbatu Kec. Sipoholon.
Selain berada di jalan lurus ,ketiga titik tersebut badan jalan sudah berlobang lobang, sehingga rentan dengan lakalantas.
Karena itu sangat dibutuhkan adanya rambu rambu peringatan jalan rusak untuk memberi kenyamanan lalu lintas bagi pemudik.
Amatan Newscorner.id Kamis(30/5/2019) di ruas jalan Tarurung-Sibolga tepatnya di jembatan Sitakka beberapa pengemudi sempat kelabakan karena mengerem mendadak, akibat tiba tiba bertemu jalan rusak.
Belum lagi ruas jalan yang mengalami longsor sehingga mempersempit badan jalan, yang dapat menimbul macet.
Seperti di desa Pancinaran, Kecamatan Sipoholon 100m dari PBSU
Juga di beberapa titik ruas jalan Tarutung-Pahae.
Semuanya memerlukan rambu rambu peringatan jalan rusak ataupun longsor untuk menjaga terjadinya lakalantas dan kenyamanan arus mudik.
(Maju Simanungkalit)




Discussion about this post