Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda NEWS
TPPO Makin Canggih, Akademisi Nilai Respons Masih Seremonial

TPPO Makin Canggih, Akademisi Nilai Respons Masih Seremonial

Editor: NEWSCORNER.ID
30 Juli 2026 | 22:27 WIB
in NEWS
0
https://asset.barak.id/2026/09/VID-20260930-WA0005.mp4
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

Ketua Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Rindu Erwin Marpaung, menilai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan kejahatan terorganisasi dengan pola yang semakin kompleks. Namun, menurut dia, respons terhadap persoalan tersebut masih cenderung bersifat seremonial.

 

Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia, Kamis, 30 Juli 2026.

“Momentum ini seharusnya tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi bahan evaluasi sejauh mana negara, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan mampu melindungi manusia dari TPPO,” kata Rindu, Kamis, 30 Juli 2026.

 

Menurut dia, modus perdagangan orang telah berubah mengikuti perkembangan teknologi. Jika sebelumnya perekrutan korban banyak dilakukan melalui perantara, kini pelaku memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital untuk menjaring korban melalui tawaran pekerjaan maupun pendidikan.

 

“Di tengah semakin kompleks dan canggihnya modus para pelaku serta kuatnya jaringan perdagangan orang, respons yang hanya bersifat simbolik sudah tidak memadai,” ujarnya.

 

Rindu mengatakan pencegahan TPPO membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, hingga masyarakat sipil.

“Melawan TPPO bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga martabat kemanusiaan. Tidak ada satu pun manusia yang layak diperjualbelikan,” katanya.

 

Pandangan serupa disampaikan Staf Advokasi Region Asia United Evangelical Mission (UEM), Riana Simanjuntak. Menurut dia, meningkatnya tekanan ekonomi, krisis lingkungan, dan terbatasnya lapangan pekerjaan menjadi faktor yang mendorong masyarakat bermigrasi secara tidak aman.

 

“Banyak orang meninggalkan kampung halamannya karena situasi ekonomi yang semakin sulit. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku perdagangan orang melalui perekrutan di ruang digital,” kata Riana.

 

Ia menilai rendahnya pemahaman masyarakat mengenai migrasi aman masih menjadi persoalan. Tawaran pekerjaan bergaji tinggi tanpa prosedur yang jelas kerap menjadi pintu masuk praktik perdagangan orang.

 

Riana juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap lembaga pelatihan kerja (LPK) yang menyalurkan tenaga kerja ke luar daerah maupun luar negeri.

“LPK harus memberikan informasi yang transparan mengenai hak dan kewajiban pekerja, perusahaan tujuan, serta mekanisme perlindungan.

 

Pengawasan perlu diperkuat agar mereka bertanggung jawab jika terjadi kasus TPPO,” ujarnya.

Selain itu, UEM mendorong penguatan jejaring antara pemerintah, gereja, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil dalam pencegahan, pendampingan korban, hingga penyediaan anggaran rehabilitasi dan pemulangan korban.

 

Sementara itu, Peace & Justice Officer Komite Nasional Lutheran World Federation (KN-LWF) Indonesia, Erlinda Sianturi, mengatakan perdagangan orang masih menjadi ancaman serius dengan modus yang terus berkembang melalui media sosial dan platform digital.

 

“Upaya pencegahan harus lebih cepat dan lebih adaptif dibandingkan pelaku. Penegakan hukum penting, tetapi harus diiringi penguatan literasi digital, edukasi migrasi aman, dan keterlibatan masyarakat,” kata Erlinda.

 

Sepanjang 2026, KN-LWF Indonesia bersama UEM Regional Asia, PUSTAKA Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV dan VI Sumatera Utara, sinode gereja, serta sejumlah mitra menjalankan berbagai program pencegahan.

 

Program itu meliputi edukasi safe migration, pelatihan guru bimbingan konseling, penguatan kapasitas pemuda, kampanye digital, serta pengembangan materi pembelajaran tentang TPPO.

 

Menurut Erlinda, Pematangsiantar sebagai kota pendidikan sekaligus daerah asal pekerja migran membutuhkan sistem pencegahan yang lebih kuat melalui koordinasi lintas sektor.

 

“Perdagangan orang adalah persoalan kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah perlu memperkuat layanan perlindungan korban, pengawasan perekrutan tenaga kerja, serta edukasi migrasi aman dan literasi digital hingga tingkat akar rumput,” ujarnya.

 

Ia menambahkan aparat penegak hukum juga harus menindak tegas jaringan perdagangan orang, termasuk yang beroperasi di ruang digital, agar kelompok rentan tidak lagi menjadi korban eksploitasi. (*)

Berita Terbaru

MEDAN CORNER

Resmob dan Timsus JCS Polrestabes Medan Tembak Kaki Dua Terduga Curanmor yang Diduga Beraksi di 9 TKP

15 Oktober 2026 | 20:35 WIB
Simalungun

Ipda Yancen Hutabarat Pimpin Pengungkapan Identitas Mister X, Polisi Masih Buru Pelaku Tabrak Lari

15 Oktober 2026 | 19:13 WIB
Siantar

Tak Tinggal Diam Lihat Kabut Asap Selimuti Siantar, Hendra Pardede Turun Langsung Lindungi Pengendara

15 Oktober 2026 | 19:01 WIB
NEWS

Pelindo Regional 1 Belawan Dorong Peningkatan Layanan Pelabuhan melalui Kolaborasi Stakeholder

15 Oktober 2026 | 18:06 WIB
Siantar

AKBP Dhana Noer Kurniawan Galakkan BLP, Polres Pematangsiantar Perketat Patroli Antisipasi Gangguan Kamtibmas

14 Oktober 2026 | 22:26 WIB
NEWS

Polda Sumut Sisir Sarang Narkoba di Percut, 27 Orang Positif dan Dua Diduga Pengedar

14 Oktober 2026 | 21:24 WIB
NEWS

Kajari Munawal Hadi Lantik Said Reza Pahlevi Jadi Kasi Datun Kejari Simalungun

14 Oktober 2026 | 19:13 WIB
NEWS

Dandim Letkol Inf Agus Muchtadi Rangkuti Dukung Giat Sumpah Pemuda 

14 Oktober 2026 | 19:06 WIB
Siantar

MKGR Dorong Daud Simanjuntak Pimpin Golkar Pematangsiantar, Musda XI Menanti Jadwal

14 Oktober 2026 | 18:36 WIB
MEDAN CORNER

Polisi Amankan Dua Wanita Diduga Pengguna Vape Narkoba di Medan Tembung

14 Oktober 2026 | 16:20 WIB
NEWS

Asap Terdeteksi di Sumatera Utara, BPBD Pematangsiantar Imbau Warga Waspada

14 Oktober 2026 | 15:38 WIB
NEWS

Koranger Gelar Sosialisasi dan Aksi Bersih Pantai Bersama Anak-Anak di Pantai Mangrove Sei Nagalawan

14 Oktober 2026 | 14:24 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport