Rencana Yulianti (19) menikah setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini, hanya tinggal rencana. Gadis cantik yang sudah bertunangan ini ditemukan tewas tergantung di rumahnya, di Mulyorejo Barat I, Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur.
Ia tergantung menggunakan rantai celemek miliknya yang diikatkan ke ventilasi udara dinding kamarnya, Senin (17/2/2020) sekira pukul 03.40 WIB dini hari. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos pink dan celana pendek. Saat ditemukan orang tuanya, korban masih kejang-kejang dengan lidah menjulur. Korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya sudah tidak tertolong.
Ayah korban, Ehsan (58), mengatakan, istrinya lah yang menemukan putri kesayangannya itu tergantung.
“Saya sedang masak di dapur. Istri saya teriak, ternyata anak saya tergantung,” katanya.
Ehsan langsung melapor ke pengurus RT setempat untuk meminta pertolongan. Tim Gerak Cepat (TGC) Kecamatan Mulyorejo datang bersama anggota Reskrim Polsek Mulyorejo. Tim Inafis membawa jenazah Yulianti ke kamar jenazah RSUD dr Soetomo untuk divisum.
Ehsan mengatakan, empat bulan terakhir Yulianti sempat tidak nafsu makan dan menjadi pendiam. Seperti ada yang dipikirkan. Sesekali korban terlihat main Hp dan ditelepon oleh seseorang.
“Dia di kamar terus. Saya suruh makan, tidak mau,” ungkapnya.
Masih kata Ehsan, korban yang baru lulus SMA dan belum bekerja tersebut sebelumnya dikenal sebagai pribadi yang periang dan ramah.
Tunangan korban, Faiz (23) mengaku terkejut ketika memengetahui kabar tersebut. Sebab, Minggu (16/2/2020) malam, ia sempat bertemu Yulianti. Saat bertemu, katanya, kekasih hatinya itu tidak ada membicarakan masalah apa pun. Bahkan, dari percakapan terakhirnya dengan sang kekasih, Faiz sama sekali tidak mendengar ada keluhan. Sama sekali tidak ada tanda-tanda kalau dia akan bunuh diri. Korban juga tidak ada menyampaikan keinginannya apapun saat bertemu.
“Nggak minta apa-apa pas ketemu, tiba-tiba tadi jam 03.00 WIB dikabari dia meninggal,” ucapnya.
Rencananya, mereka menikah dalam waktu dekat. Keduanya telah bertunangan sejak September 2019.
“Tidak ada masalah, sama saya juga tidak ada masalah. Tidak tahu, apa penyebabnya bisa nekat seperti itu,” kata Faiz saat ditemui di kamar mayat rumah sakit.
Sementara itu, petugas memastikan Yulianti murni bunuh diri. Di lehernya ditemukan bekas jeratan rantai. Dari kemaluannya keluar lendir dan ada kotoran di celana dalamnya.
Polisi sudah memeriksa beberapa saksi. Rencananya korban yang merupakan kelahiran Jember ini dimakamkan di Surabaya.
“Habis ini dibawa ke Kedung Sroko Surabaya, akan disholatkan dan dimakamkan dekat rumah saudara,” ucap Esan.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Mulyorejo Iptu Mulyono menegaskan pihaknya masih menyelidiki motif bunuh diri tersebut.
“Masih kami periksa lokasi kejadiannya. Untuk data korban serta motif bunuh dirinya akan kami sampaikan nanti setelah penyelidikan,” tandas Mulyono. (*)




Discussion about this post