Senjata api bukan sekadar perlengkapan dinas. Di balik setiap senjata yang melekat pada personel kepolisian, ada tanggung jawab besar untuk memastikan penggunaannya tetap terukur, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, Batalyon B Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menggelar Tes Psikologi Klasifikasi Senjata Api (Senpi) Organik bagi personel pemegang maupun calon pemegang senpi, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kesatriaan Paino SK Mako Batalyon B tersebut dipimpin Pasi Min Batalyon B, Iptu Miswadi Uli Irwansyah, S.Sos.I. Sementara proses pengujian dan evaluasi dilakukan Tim Psikologi Biro SDM Polda Sumut di bawah pimpinan Iptu Novera Beviana Maharaeny, S.Psi., selaku Assessor Kepolisian Pertama TK I Ro SDM Polda Sumut.
Pemeriksaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi menyentuh aspek psikologis yang menjadi faktor penting dalam pengendalian diri personel ketika menghadapi situasi bertekanan tinggi.
Sejumlah aspek menjadi bagian dari evaluasi, mulai dari kondisi emosional, kestabilan mental, hingga kecerdasan emosi. Pemeriksaan berkala tersebut menjadi langkah preventif untuk memastikan personel yang dipercaya membawa senjata api dinas memiliki kesiapan yang memadai secara fisik, mental, dan moral.
Pasi Min Batalyon B Sat Brimob Polda Sumut, Iptu Miswadi Uli Irwansyah, menegaskan bahwa kepercayaan membawa senpi merupakan tanggung jawab yang tidak ringan.
«“Senjata api yang melekat pada personel Brimob merupakan amanah besar masyarakat dan negara. Penguasaan teknis saja tidak cukup; kewaspadaan, kematangan emosi, dan ketenangan jiwa adalah kunci utama agar penggunaan senpi senantiasa terukur, bijak, dan tepat sasaran demi menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat,” ujar Iptu Miswadi.»
Menurutnya, pemeriksaan psikologi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga agar setiap personel tetap berada dalam kondisi yang layak dan mampu mengambil keputusan secara tepat ketika menghadapi situasi kritis di lapangan.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen Satuan Brimob Polda Sumut dalam menjaga profesionalisme dan integritas personel. Sebab, kemampuan mengendalikan senjata harus berjalan beriringan dengan kemampuan mengendalikan diri.
Melalui evaluasi psikologis yang dilakukan secara berkala, diharapkan setiap personel pemegang senpi mampu menjalankan tugas secara semakin profesional, humanis, dan bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta rasa aman kepada masyarakat.



