Wahyu Saragih (15) pelajar yang duduk di bangku sekolah menengah pertama itu baru saja pulang mengarit rumpu. Namu ia tak menyangka akan disambut pemandangan menyedihkan yang mungki takkan pernah ia lupakan seumur hidupnya.
Adiknya, Muhammad Fikri Al Habib Saragih (11) ditemukan tak bernyawa dengan posisi tidur terlentang. Paha kanan Fikri terbakar dan di sekitarnya terdapat alat tempel ban yang menggunakan arus listrik.
Peristiwa tragis dan menyedihkan itu terjadi di bengkel tempel ban milik Suheri Saragih, di huta VII Lamidur Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun pada Kamis (20/2).
Wahyu menjerit sejadinya dan memangil tetangga . Berharap nyawa adiknya masih bisa diselamatkan. Namun warga yang datang melihat keadaan Fikri terlentang dan sudah meninggalkannya dunia.
Selanjutnya warga membawa korban ke dalam rumah untuk disemayamkan. Kemudian saksi Wahyu pergi menjemput ibunya yang sedang mengikuti perwiritan dan memberitahukan kejadian tersebut.
Polsek Perdagangan, Polres Simalungun pun segera mendatangi TKP dan memintai keterangan saksi-saksi. Diduga korban tersengat arus listrik dari alat tambal ban elektrik saat sedang menambal ban.




Discussion about this post