Nama M Rahidun Samosir alias Midun (46) cukup dikenal di Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar. Pria yang tinggal di Jalan Siatas Barita itu sehari-hari membuka usaha pangkas rambut di Jalan Pitola, tepatnya di simpang Jalan Pattimura.
Namun Selasa (21/7/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, warga dan pelanggan Midun dikejutkan dengan penangkapan pria itu oleh personel Satreskrim Polres Pematangsiantar. Ia diduga telah mencabuli anak tirinya, YAS (15).
Midun ditangkap setelah ayah kandung YAS dan keluarganya membuat laporan ke polisi, Sabtu (18/7/2020). Pihak keluarga merasa curiga dengan YAS yang berubah menjadi pemurung. Sehingga membujuk siswi SMA itu untuk menceritakan masalahnya. Hingga kemudian terkuaklah perbuatan ayah tirinya.
Ibu kandung YAS, Sa mengaku sebelumnya tidak mengetahui suami keduanya telah mencabuli putrinya.
Diceritakan Sa, ia bercerai dengan suami pertamanya yang juga ayah kandung YAS tahun 2006 lalu. Saat itu, YAS masih balita. Sekitar setahun kemudian, atau di tahun 2007 Sa menikah lagi dengan Midun, pria berstatus duda dengan dua anak.
Lihat postingan ini di Instagram
Diakui Sa, YAS memang pendiam dan sangat tertutup.
“Aku pun nggak tau kalau suamiku tega terhadap putriku,” tutur perempuan berhijab itu.
Perbuatan Midun baru diketahuinya ketika ia mengunjungi saudara perempuan dari mantan suaminya, yang juga namboru (bibi) YAS, tak begitu jauh dari kediamannya. Tujuannya, menjemput YAS yang menginap di sana.
Nah, dari keluarga mantan suaminya itulah ia mengetahui masalah yang terjadi pada YAS. Saat itu juga, keluarga mantan suaminya tidak mengizinkan Sa membawa YAS. Bahkan, katanya, keluarga sudah membuat laporan ke polisi.
Kasubbag Humas Iptu Rusdi Ahya, membenarkan Midun telah ditangkap atas dugaan perbuatan asusila terhadap anak tirinya.
Sementara itu, video Sa pasca penangkapan suaminya beredar di media sosial. Dalam video itu, Sa yang mengenakan hijab merah berteriak-teriak seakan dia tidak terima suaminya ditangkap polisi. Namun sikap Sa itu justru membuat warga yang berkerumun di depan rumahnya merasa geram.




Discussion about this post