Dipastikan banyak yang bertanya-tanya apa yang menyebabkan Muhajidin Nur Hasim pulang kampung dan berniat membangun Kabupaten Simalungun. Padahal ia telah sukses di perantauan. Tak lain karena ingin membangun daerah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.
Cerita itu dibeberkan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan dalam pertemuan dengan warga dan tim di lantai dua Convention Hall Siantar Hotel, Minggu (30/8/2020). Dalam kesempatan itu, Hinca membuka ‘rahasia’ pria 36 tahun yang juga akrab disapa Bang Hasim itu.
Menurut Hinca, sesuai yang pernah dituturkan Hasim kepadanya, suami Hj Zun Rani itu pulang dan ingin membangun kampung halamannya, Kabupaten Simalungun, karena demi menjalankan amanah orangtua yang telah meninggal dunia.
“Bang Hasim lahir di Simalungun. Orangtuanya termasuk tokoh besar di Simalungun, yang membuka nagori, membuka ekonomi, dan membuka kesejahteraan untuk anak-anaknya. Satu dari anak kesayangannya, yakni Muhajidin Nur Hasim, yang paling kecil dan paling santun kepada orangtua,” terang Hinca, yang juga anggota DPR RI.
Dilanjutkan Hinca, setelah kedua orangtua meninggal dunia, anak-anaknya memilih merantau, dan berpencar. Di perantauan, masing-masing berdikari dan sukses.
Hingga suatu saat, sambung Hinca, Hasim didatangi orangtuanya di dalam mimpi. Dalam mimpi itu, orangtua menegur Hasim dan memintanya pulang kampung ke Simalungun
“Hasim, apa hebatnya kau kalau di perantauan saja? Sementara keluarga dan sahabat serta kawan-kawan sepermainanmu masih ada di kampung. Pulanglah anakku, bangunlah kampung halamanmu,” kata Hinca, menirukan cerita Hasim kepadanya beberapa wkatu lalu.
Setelah mimpi itu, Hasim mulai gelisah. Suatu hari, ia menceritakan mimpinya itu kepada abangnya, Muhammad Nasir.
“Bang Hasim ini sangat hormat sama Bang Nasir. Setiap bertemu, Bang Hasim selalu mencium tangan Bang Nasir sebagai bukti penghormatan kepada kakak, sekaligus pengganti almarhum orangtuanya,” kata Hinca.
Kepada Nasir, kata Hinca, Hasim juga menyampaikan keinginannya pulang kampung untuk membangun Kabupaten Simalungun. Nasir setuju dan mendukung keinginan adik kesayangannya itu.
“Sejak saat itu saya juga langsung mengatakan siap mendukung demi membangun Kabupaten Simalungun yang kita cintai,” ujar Hinca, yang saat itu berjanji memperjuangkan Hasim di Partai Demokrat.
Hinca menepati janjinya. Ia langsung bertemu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu masih menjabat Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Ternyata SBY langsung menyambut baik.
“Pak SBY menyampaikan kepada saya dan Bang Nasir agar memastikan dan berjuang untuk memenangkan Bang Hasim menjadi Bupati Simalungun,” jelas Hinca.
Hinca pun menganggap perkataan SBY sebagai amanah. Sehingga ia akan memperjuangkan serta memenangkan Hasim menjadi Bupati Simalungun.
“Untuk waktunya, Senin sampai Kamis saya dan Bang Nasir akan melaksanakan tugas sebagai anggota DPR. Selanjutnya Jumat sampai Minggu kami akan kembali ke tanah Simalungun ini sampai selesai pertempuran nanti. Barang siapa yang menghormati orangtua dan barang siapa yang menghormati tanah leluhur kita, murahlah rezeki kita. Jadi saya di sini memberikan kesaksian ini kepada bapak dan ibu semua kalau Bang Hasim mencalonkan bupati bukan hanya keinginannya semata-mata, tetapi karena amanah almarhum orangtuanya,” tukas Hinca yang disambut gemuruh tepuk tangan yang hadir.
Masih kata Hinca, selama 10 tahun terakhir ia berperan dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Simalungun.
“Jadi saya mengucapkan terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah itu. Tapi izinkan saya juga meneruskan sejarah 10 tahun yang lalu sampai 20 tahun untuk ikut serta bagian dari Simalungun. Sekarang saatnya untuk berganti pemimpin baru, karena setiap orang ada masanya. Untuk lima tahun ke depan, kali ini masanya Hasim-TPS,” ujarnya sembari berteriak, “Hasim-TPS Jalan Kita!”
“Jadi jangan ragu kepada saya. Sepanjang masih ada masanya, saya akan membangun Simalungun karena saya sangat menghargai masyarakat Simalungun. Apalagi teman-teman dan saudara saya di Simalungun. Makanya saya mengajak bapak ibu sekalian untuk mendukung Hasim-TPS. Kalau nantinya Bang Hasim menjadi Bupati Simalungun, saya dan Bang Nasir memastikan kami akan memperjuangkan program–program pembangunan yang ada di Simalungun!” tegasnya. (*)




Discussion about this post