Eksportir Domba di Kabupaten Simalungun mengeluhkan masa karantina hewan ternak yang terlalu lama, yakni hingga 28 hari. Sehingga membuat Domba-domba yang tadinya gemuk menjadi kurus, dan konsumen komplain. Kondisi itu terjadi sejak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Keluhan itu disampaikan eksportir Domba dari Kabupaten Simalungun kepada bakal calon Bupati Simalungun Muhajidin Nur Hasim, saat acara silaturahmi dengan Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) di Hotel Sapadia Pematangsiantar, Selasa (1/9/2020).
“Saat ini sangat sulit melakukan ekspor Domba ke Malaysia. Sebab masa karantina yang terlalu lama membuat Domba jadi kurus saat diterima konsumen di Malaysia,” terang eksportir Domba dari Kabupaten Simalungun, Ferri Rahmadhani.
Diceritakan Ferri, masa karantina Domba di Indonesia sebelum diberangkatkan ke Malaysia selama 14 hari. Setelah tiba di Malaysia, Domba kembali menjalani masa karantina, juga selama 14 hari.
“Konsumen merasa Domba dari Sumatera itu kecil. Mereka tidak tahu masa karantina hingga 28 hari,” tukasnya.
Ferri pun meminta, jika Muhajidin Nur Hasim menjadi Bupati Simalungun agar memerhatikan kondisi dan masalah yang mereka hadapi dalam mengekspor Domba ke Malaysia.
“Insyaallah, kalau Bang Hasim duduk menjadi Bupati Simalungun, kami cuma minta tolong supaya jalan kami dipermudah,” pinta Ferri.
Dalam kesempatan itu, Muhajidin Nur Hasim mengaku sudah lama mendengar masalah ekspor ternak dari Kabupaten Simalungun, termasuk di masa pandemi Covid-19.
“Saya berpikir seperti ini, memang fungsinya pemerintah itu hadir di kala warganya perlu penguatan, bagaimana diperlukan bimbingan terhadap pelaku usaha dan pelaku bisnis, termasuk di Kabupaten Simalungun,” ujar pria yang sering disapa Bang Hasim ini.
“Saya pernah baca, berapapun modal yang dibutuhkan bagi pengusaha yang bisa menghasilkan produk ekspor, maka apapun yang dibutuhkan akan dipermudah, dan berapapun modalnya akan disediakan,” kata Hasim.
Hasim menegaskan, dirinya sangat mendukung aktivitas ekonomi warga, termasuk ekspor hewan ternak.
“Saya juga pasti akan mendukung, apalagi ekspor yang seperti ini. Jujur, ini luar biasa, jadi pasti akan saya perjuangkan. Segala masalah akan kita cari solusinya. Saya sangat bangga dengan putra-putri daerah yang mempunyai ide-ide pemikiran yang seperti ini,” kata Hasim sembari mengatakan peluang ekspor seperti itu harus dikembangkan.
Lebih lanjut dikatakan Hasim, Kabupaten Simalungun memiliki banyak potensi yang sangat besar.
“Wisata ada, pengusahanya luar biasa, dan SDM-nya juga luar biasa. Hasil alamnya ada dan perkebunan juga luar biasa,” tambahnya.
Hasim bercerita, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dengan segala keterbatasan, justru banyak menggelar event-event internasional. Sehingga banyak wisatawan yang datang. Artinya, kata dia, tergantung cara pemerintah menyikapi segala sesuatu di daerahnya harus bermanfaat. (*)




Discussion about this post