Jika keempat rekannya sudah mendekam di balik jeruji, tidak demikian dengan Pahala Simbolon (24). Pria yang ikut menghabisi Rianto Simbolon di Kabupaten Samosir bersama rekan-rekannya itu, berhasil kabur.
Namun pelariannya berakhir setelah polisi menemukan persembunyiannya di luar Pulau Samosir dan memberikan timah panas ke kakinya.
Kapolres Samosir AKBP M Saleh, Rabu (2/9/2020) sore membenarkan Pahala Simbolon sudah ditangkap di luar Pulau Samosir. Pahala, katanya, merupakan tersangka kelima yang ditahan.
“Masih ada satu lagi yang masih kita kejar,” sebut M Saleh melalui sambungan telepon seluler.
Informasi dihimpun, Pahala cukup lihai dalam melarikan dan menyembunyikan diri pasca ikut serta dalam pembunuhan terhadap Rianto Simbolon beberapa waktu lalu. Bahkan, Pahala dinilai cerdik
mengelabui polisi.
Ternyata, dalam lima hari terakhir polisi telah mengintai pria itu. Pengejaran dilakukan sejak Jumat (28/8/2020) setelah polisi mengetahui posisi Pahala.
Dipimpin Kanit Pidum Ipda Evan Caesar, pengejaran dilakukan. Rute-rute yang dilalui tersangka untuk mengelabui polisi juga cukup banyak. Diketahui, Pahala kabur dari Samosir ke Dairi.
Selanjutnya dari Dairi, Pahala menuju Rokan Hulu, perbatasan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan Provinsi Riau. Kemudian, ia menuju Bagan Batu. Di Bagan Batu, ia bersembunyi di rumah kekasihnya.
Rupanya Pahala tak bertahan lama di Bagian Batu. Ia pindah tempat persembunyian ke Kampung Rakyat Kabupaten Asahan, hingga kemudian ditangkap di sana, Rabu (2/9/2020) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat ditangkap, polisi terpaksa melepaskan tembakan ke kaki Pahala karena ia berusaha kabur. Dari Asahan, Pahala langsung dibawa ke Samosir.
Sebelumnya, Polres Samosir telah mengamankan empat tersangka pelaku pembunuhan terhadap Rianto Simbolon. Keempatnya yaitu Bilhot Simbolon (27), Tahan Simbolon (42), Parlin Sinurat (42), dan Justianus Simbolon (60).
Justianus yang merupakan penyandang disabilitas merupakan otak pembunuhan. Ia merencanakan pembunuhan di rumahnya, di Desa Tanjung Bunga.
Mereka berkumpul di rumah Justianus, Sabtu (8/8/2020) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Justianus membagi-bagi tugas kepada para pelaku.
Pahala Simbolon bertugas mengeksekusi korban. Bilhot, mengintai pergerakan korban sejak dari acara di pesta pagi hari hingga malam.
Sedangkan ES (DPO) memantau korban di simpang terminal Jalan Ronggur Ni Huta. Juga menjemput Pahala dan Bilhot dari Pintu Sona setelah melakukan pembunuhan.
Sekitar pukul 18.00 WIB, Pahala dan Bilhot pulang ke Sijambur Ronggur Ni Huta. Kemudian keduanya berpisah.
Pahala pulang ke rumah Tahan. Sekitar pukul 22.00 WIB Bilhot menjemput Pahala dari rumah Tahan. Kemudian Bilhot dan Pahala pergi ke warung tuak milik Parlin.
Sekitar satu jam kemudian, Pahala dan Bilhot bergegas menuju Pangururan. Keduanya mengendarai sepedamotor. Tiba di Jalan Ronggur Ni Huta Desa Pardomuan I, Pahala dan Bilhot memantau korban di SD Sidalu-dalu.
Pahala menunggu sambil memantau korban di depan Gereja Advent. Tidak lama kemudian, ES menghubungi Bilhot melalui telepon untuk memberitahukan bahwa korban telah lewat dari Simpang Terminal Jalan Ronggur Ni Huta, Pangururan.
BACA JUGA : Diduga Motif Sengketa Lahan, Rianto Simbolon Dibunuh, Kini Tujuh Anaknya Yatim Piatu
Malam itu, korban melintas dari Simpang Terminal dengan mengendarai sepedamotor. Ia sempat singgah di salah satu kafe.
Melihat korban masuk kafe, iBilhot menghungi Tahan dan Parlin agar datang ke Jalan Ronggur Ni Huta Pangururan, tepatnya di depan Gereja Advent untuk menemui dirinya dan Pahala.
Tak lama kemudian, korban keluar dari kafe dan menuju pulang. Sementara Bilhot memberitahukan hal itu kepada Pahala. Segera, Pahala mengendarai speedamotornya, mengejar korban, dan menabraknya.
Korban terjatuh, telungkup di tanah. Lalu, Pahala turun dari sepedamotornya dan menikam rusuk kiri korban. tak hanya itu, ia juga memukul kepala korban menggunakan batu.
Sementara Parlin, ikut menusuk leher dan rusuk korban. Setelah korban tak bergerak lagi, Parlin dan Tahan menuju Sijambur Ronggur ni Huta.
BACA JUGA : Justianus Simbolon Penyandang Disabilitas Otaki Pembunuhan Rianto Simbolon yang Akibatkan 7 Anak Yatim Piatu
Pahala segera menemui Bilhot. Setelah bertemu Bilhot, keduanya kabur ke arah Pintu Sona. Kemudian, Bilhot menelepon ES, meminta agar ES menjemput mereka dari Pintu Sona. Setelah ES menjemput Bilhot dan Pahala dari Pintu Sona, mereka menuju rumah Justianus.


Discussion about this post