Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Iklan
Beranda RAGAM POLITIK
Radiapoh Hasiholan Sinaga, Anak Petani yang Siap Membangun Simalungun

Radiapoh Hasiholan Sinaga, Anak Petani yang Siap Membangun Simalungun

Editor: NEWSCORNER.ID
12 September 2020 | 08:38 WIB
in POLITIK
0
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

 

Radiapoh Hasiholan Sinaga SH yang di kenal dengan panggilan akrab ‘RHS’ merupakan Putra Asli Kabupaten Simalungun, lahir pada 18 Juni 1968 dari pasangan Alm. St. Jahisar Sinaga (gelar Raja Angin) dan Almh. Korlina Br. Saragih.

RHS menempuh pendidikan di SD Negeri 01 Tigarunggu, SMP Negeri Tigarunggu dan Sekolah Menengah Teknologi Pertanian (SMTP) di Pamatang Raya dan lulus pada tahun 1988.

Sebagaimana lazimnya anak-anak Petani di kampungnya, RHS sepulang sekolah harus ke ladang membantu kedua orangtua.

Setamat dari SMTP Pematang Raya, RHS harus diperhadapkan dengan pilihan untuk masa depannya. Antara melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang ada di kota-kota besar, pergi merantau mencari kerja atau justru tetap tinggal di kampung menjadi seorang petani.

Karena keterbatasan biaya, RHS akhirnya mencoba pertanian dengan menanam tomat di kampungnya, karena ada bekal pertanian yang dienyamnya selama duduk di bangku Sekolah Menengah Teknologi Pertanian (SMTP) Pematang Raya.

Puji Tuhan, hasil tanamannya berbuah manis, namun disayangkan tidak dibarengi harga jual yang layak, sehingga hasil panen justru merugi karena harga yang merosot

Tak ingin berpangku tangan pada nasib, RHS lantas banting setir bekerja sebagai buruh harian lepas di peternakan ikan deras di Haranggaol, milik DR. Wimson F Purba, seorang pejabat kantor perwakilan PBB di Indonesia, di sana RHS bekerja setengah tahun lebih.

Meski tekun bekerja di peternakan ikan tersebut, namun tak kunjung bisa merubah nasibnya. Saat itu justru Haranggaol ditimpa musibah ikan mas bermatian karena virus.

Alhasil, tahun 1989-1990, RHS pun terpaksa memilih untuk merantau ke Kandis Riau. Berbekal uang Rp13.000 di saku, RHS menumpang Bus Laut Tawar dengan tujuan Pasar Minggu, Kandis, Riau. Dengan biaya ongkos Rp7.500, sehingga RHS hanya memiliki sisa uang Rp5.500 di saku.

Sebulan di Kandis, RHS hidup luntang-lantung, makan terancam dan tidur di gudang kosong atau emperan toko.

Di Kandis rata-rata perantau biasanya bekerja di perusahaan-perusahaan perkebunan yang hendak membuka lahan perkebunan kelapa sawit hingga ke pedalaman Siak.

Karena tidak ada pilihan, RHS pun mencoba keberuntungannya dengan para perantau lainnya. Para pekerja pembukaan lahan tersebut biasanya orang-orang yang bermasalah di kampungnya, dan mereka melarikan diri atau sembunyi dari lawan atau aparat keamanan.

Binatang buas dan perkelahian antar pekerja atau antar kelompok pekerja bisa jadi ancaman jiwa. Ibarat ungkapan, “Hidup Pakai, Mati Dibuang”.

Selama bekerja di Hutan, RHS terserang penyakit Malaria Tropica akut, sehingga RHS hampir menyerah dengan kondisi tubuhnya yang melemah.

Atas saran teman-temannya, RHS pun terpaksa pulang kampung ke Tigarunggu.

Selama di kampung, RHS menjalani perawatan hingga pulih dari sakit yang di deritanya.

Sembari berobat, RHS tetap mencari lowongan pekerjaan. Tahun 1990, RHS mengajukan lamaran ke perusahaan milik DL Sitorus, PT. Torgamba dan puji Tuhan diterima di bagian koperasi simpan pinjam, sekaligus sebagai pekerja di perusahan sawit tersebut.

Selama bekerja di Torgamba, RHS berpindah-pindah antara Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau.

Banyak pengalaman yang ditimbanya, sehingga tahun 1999, akhirnya ia mengundurkan diri dan mencoba berwiraswasta.

Usaha pertama yang di gelutinya adalah koperasi simpan pinjam kecil-kecilan di tempatnya yang baru, yakni Tanjung Pinang di Pulau Bintan, Provinsi Riau (Kepri).

Pelan tapi pasti, usaha yang dijalankannya dengan ketekunan dan kerja keras itupun akhirnya membuahkan hasil dan berkembang pesat.

Dengan adanya perbaikan nasib, RHS pun menikah dengan pujaan hatinya, Ratnawati Br. Sidabutar di tahun 1993 dan dikaruniai tiga anak perempuan dan seorang laki-laki.

Sementara itu usaha koperasi simpan pinjam miliknya mulai berkembang dan cabang-cabangnya melebar hingga ke Pekanbaru.

Berbekal pengalaman kerja selama di Perkebunan sawit, RHS pun mencoba hal baru yaitu berkebun sawit di Riau dan Kalimantan hingga berkembang pesat.

Pada tahun 2007, RHS mengekspansi bisnisnya ke bidang pengembang perumahan (developer/properti) yang mencakup 16 perusahaan yang berkibar di Kota Batam, Tanjung Pinang dan Tanjung Balai Karimun hingga Pekanbaru, Cikarang (bekasi) dan Sampit (Kalteng).

Sambil menggeluti usaha bisnisnya, RHS memiliki keinginan yang kuat untuk bisa mengeyam pendidikan tinggi, pada tahun 2013, RHS mendaftar ke Fakultas Hukum Universitas Batam dan menyelesaikan bangku perkuliahan tahun 2017.

Setelah sukses di usaha bisnis hingga menjadi Pengusaha Sukses ternama di Kota Batam. RHS mempunyai kerinduan untuk kembali ke kampung halamannya Simalungun, yaitu Membangun kampung halamannya Kabupaten Simalungun makin kuat, dan ingin mengabdi hingga RHS mencalonkan diri menjadi Bupati Kabupaten Simalungun.

Menyadari keinginan suaminya yang kuat untuk membangun Kampung halamannya, sang istri tercinta dengan mantap menyatakan setuju dan mendukung niat tulus dan mulia sang suami untuk memajukan Kabupaten Simalungun. (*)

Discussion about this post

Berita Terbaru

NEWS

HUT ke-81 RI, Pelindo Regional 1 Belawan Maknai Kemerdekaan melalui Peran Pelabuhan

18 Agustus 2026 | 12:47 WIB
NEWS

Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Ringkus Dua Pelaku Begal di KIM V

18 Agustus 2026 | 12:34 WIB
NEWS

Polda Sumut Berangkatkan 25 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap Pertama untuk Korban Gempa NTT

18 Agustus 2026 | 12:26 WIB
Sumut

Polda Sumut Perketat Patroli Malam HUT ke-81 RI, Brimob Sisir Titik Rawan Cegah Geng Motor dan Begal

17 Agustus 2026 | 20:42 WIB
MEDAN CORNER

Kado Beraksara Tiongkok di Hari Kemerdekaan, 622 Pod Getar Digagalkan Polrestabes Medan

17 Agustus 2026 | 13:39 WIB
Siantar

DPD KNPI Pematangsiantar Hadirkan Energi Pemuda di Karnaval Merah Putih, Arif Harahap Tegaskan Semangat Kebangsaan

17 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Sumut

1.000 Spanduk Membentang di 7 Daerah, AMPDT Tantang Khas Hotel Parapat Buka-bukaan Soal Pajak, Limbah dan Buruh

17 Agustus 2026 | 10:46 WIB
Sumut

Merah Putih Berkibar di Astaka Pancing, Brimob Sumut Kawal Khidmatnya Upacara HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026 | 10:45 WIB
Sumut

HUT ke-81 RI, Brimob Sumut Perkuat Patroli di Medan, Titik Rawan Jadi Sasaran Pengamanan

17 Agustus 2026 | 08:38 WIB
Sumut

Hening Tengah Malam di TMP Bukit Barisan, Brimob Sumut Kawal AKRS HUT ke-81 RI Penuh Khidmat

17 Agustus 2026 | 00:00 WIB
Sumut

Jelang HUT ke-81 RI, Brimob Sumut Perkuat Patroli Malam, Geng Motor hingga Begal Jadi Sasaran

16 Agustus 2026 | 23:47 WIB
Sumut

Brimob Sumut Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Lomba Tradisional dan Senam Bersama Meriahkan Mako

16 Agustus 2026 | 11:47 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport