Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Iklan
Beranda NEWS
LBH: Kami Semakin Yakin Kematian Joko dan Rudi Tidak Wajar, Segera Otopsi!

LBH: Kami Semakin Yakin Kematian Joko dan Rudi Tidak Wajar, Segera Otopsi!

Editor: NEWSCORNER.ID
16 Oktober 2020 | 15:54 WIB
in NEWS
0
12
SHARES
15
VIEWS

 

Kematian almarhum Joko Dedi Kurniawan dan Rudi Efendi, dua orang tahanan Polsek Sunggal beberapa waktu lalu dinilai tak wajar. Sebab ditemukan sejumlah kejanggalan.

Salah satunya, berdasarkan bukti surat pernyataan keluarga Joko di atas kertas bermaterai yang menyatakan saat jenazah dimandikan, di kepalanya terdapat luka. Bukan itu saja, dadanya juga membiru.

Ditambah pernyataan Irwansyah yang merupakan abang kandung Rudi Efendi kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan yang dituangkan di atas kertas bermaterai. Disebutkan, terdapat luka di tangan dan terkelupas. Tubuhnya pun membiru.

Hal itu dipaparkan Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Syahputra SH MH saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Hindu Medan, Jumat (16/10/2020) sore.

“Di berbagai media, Kanit Reskrim Polsek Sunggal AKP Budiman Simanjuntak mengatakan almarhum meninggal dunia karena keluhan lambung dan kepala,” katanya.

Masih kata Irvan, saat konferensi pers di Polrestabes Medan, Rabu (14/10/2020) sore, Kapolrestabes Medan mengatakan almarhum dirawat selama 5 hari sebelum meninggal dunia.

“Menjadi pertanyaan, almarhum sakit apa? Kapolrestabes Medan mengatakan resume ada namun tidak bisa disampaikan,” sebut Irvan.

Saat itu, lanjutnya, tersangka lainnya, Edi Syahputra yang juga adik kandung Joko Dedi Kurniawan menyampaikan abangnya meninggal bukan karena dipukuli polisi. Namun karena sakit demam dan ada benjolan di belakang kepala seperti angin.

“Bahkan ada oknum-oknum yang menyebutkan kematian Joko karena sakit jantung dan paru-paru. Sementara pihak Rumah Sakit Bhayangkara belum menjelaskan secara detail penyebab kematian. Dari hasil ronsen yang ditandatangani dr Rudolf FH Pakpahan SpRad yang dikeluarkan Biddokes Pol RS Bhayangkara terhadap almarhum Joko, tertulis jantung ukurannya normal, Sinus dan diafragma kanan dan kiri biasa, serta lapangan paru-paru bersih,” terangnya.

Irvan melanjutkan, dari resume medis terhadap almarhum Joko yang dikeluarkan RS Bhayangkara ditandatangani dan distempel Kepala Rumah Sakit Bhayangkara dan dr Lia Siregar selaku dokter yang merawat Joko, menjelaskan pasien masuk dan dirawat di ruang Tulip tanggal 25 September 2020 pukul 19.45 WIB, dengan keluhan nyeri di ulu hati, lemas, oyong, nafsu makan berkurang, denyut nadi 80x/m, suhu 37,0 C dan RR 20 x/m. Kemudian dari hasil ronsen 25 September 2020 pukul 20.00 WIB tidak tampak kelainan pada jantung dan paru.

“Hal ini jelas membantah tudingan adanya penyakit jantung dan paru-paru,” tukas Irvan.

Dilanjutkannya, tPolsek Sunggal yang diduga mempersulit LBH Medan dalam meminta tanda tangan kuasa terhadap 2 orang, yakni atas nama Supriyanto dan Edy Saputra di Polsek Sunggal. Sebab terhitung 12-14 Oktober 2020, pihak LBH Medan tidak bisa bertemu dengan keduanya.

“Kami menilai Polsek Sunggal mencoba mempersulit LBH Medan dalam mengambil tanda tangan kuasa pada tersangka. Kami menduga adanya intimidasi kepada keduanya. Untuk itu kami telah melayangkan surat ke sejumlah pihak termasuk meminta bantuan LPSK, serta meminta pada kepolisian untuk segera melakukan otopsi terhadap jenazah Joko dan Rudi,” sebut Irvan.

Istri Supriyanto, Sri Rahayu mengatakan Joko sempat mengeluh sakit kepala dan dada. Kepada Sri Rahayu, Joko mengaku dipukuli di dalam sel. Namun ia tidak mengatakan siapa yang memukulinya.

“Suamiku (Supryanyo) juga dipukuli di bahu, tangan, dan pahanya,” ujar Sri Rahayu.

Sementara itu, Sunarseh yang merupakan istri almarhum Joko mengatakan, beberapa saat setelah ditangkap, suaminya masih sehat.

“Dia ditangkap di Ringroad dalam kasus pencurian dengan kekerasan,” katanya.

Menurut Sunarseh, ia sempat bertemu suaminya sebelum meninggal dunia. Kepadanya, sang suami mengaku dipukuli di dalam tahanan.

“Katanya dipukuli di kepala belakang dan dada. Saat jenazahnya dimandikan, kepala belakang ada darahnya,” kata Sunarseh.

Sunarseh mengaku, suaminya juga mengatakan dadanya sakit kalau dipegang dan kepala depan ada benjolan.

“Katanya dia dipukuli di dalam, tapi nggak dikasih tau siapa yang melakukan,” tukas Sunarseh.

Pihak keluarga sendiri mengaku ada menandatangani pernyataan tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah. Namun hal itu dinilai mereka terpaksa menandatanganinya karena berduka.

Bahkan ketika mereka bertanya ke salah seorang perawat bagaimana sebenarnya otopsi, perawat tersebut menjelaskan otopsi itu, seluruh tubuh dibelah untuk mencari penyebab kematian. Merasa kasihan terhadap almarhum, keluarga pun menandatangani surat pernyataan.

Sebelumnua, pihak Polsek Sunggal dan Polrestabes Medan memberikan klarifikasi kasus kematian dua tahanannya, di lapangan apel Polrestabes Medan, Rabu (14/10/2020) sore.
Dipimpin Kapolrestabes Kombes Pol Riko Sunarko, dijelaskan dari hasil pemeriksaan internal mereka, tidak ditemukan penganiayan terhadap kedua tahanan. Keduanya meninggal dunia karena sakit setelah beberapa kali dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut.
(737)

Tags: Anak Medanberita MedanBerita PolisiBerita SumateraBerita SumutKabar Medanpolrestabes medan

Discussion about this post

Berita Terbaru

MEDAN CORNER

Viral di Medsos, Dua Penganiaya Pasutri Hamil di Medan Tembung Ditangkap

4 Juni 2026 | 09:40 WIB
MEDAN CORNER

Peredaran Ekstasi Modus Kemasan Nasi Bungkus Terungkap di Phantom KTV Medan

3 Juni 2026 | 18:06 WIB
Sumut

Brimob Sumut Gerak Cepat Amankan Terduga Pencuri Kabel, Aksi Sigap Saat Patroli Dini Hari Tuai Apresiasi Warga

3 Juni 2026 | 01:24 WIB
NEWS

Pemko Medan Bantah Adanya Komitmen Biayai Akomodasi Peserta AFF U-19

2 Juni 2026 | 13:04 WIB
Sumut

100 Personel Brimob Sumut Diterjunkan, Kawal Pilkades hingga TPS Demi Demokrasi Aman dan Damai

2 Juni 2026 | 11:27 WIB
NEWS

Bank Sumut Cabang Koordinator Pematangsiantar Hadirkan Pojok Kesehatan bagi Nasabah Pensiunan

2 Juni 2026 | 10:55 WIB
Sumut

Kapolda Sumut Resmi Buka Pekan Olahraga HUT Bhayangkara ke-80, Brimob Langsung Tancap Gas ke Semifinal

2 Juni 2026 | 10:30 WIB
Siantar

Polres Pematangsiantar Turunkan Tim KRYD Tengah Malam, Balap Liar dan Knalpot Brong Jadi Target Utama

1 Juni 2026 | 23:19 WIB
Sumut

100 Personel Brimob Sumut Siaga Semalaman, Redam Konflik Warga dan Pastikan Wilayah Tetap Kondusif

1 Juni 2026 | 22:28 WIB
Siantar

Polsek Siantar Timur Sambangi Pos Satkamling SBC, Perkuat Sinergi Warga Jaga Keamanan Lingkungan

1 Juni 2026 | 22:20 WIB
Siantar

Blue Light Patrol Sat Lantas Polres Pematangsiantar Sikat Balap Liar dan Knalpot Brong, Kota Tetap Aman di Malam Hari

1 Juni 2026 | 21:49 WIB
Siantar

Blue Light Patrol Sat Lantas Polres Pematangsiantar Sisir Titik Rawan, Balap Liar hingga Kejahatan Jalanan Jadi Sasaran

1 Juni 2026 | 21:18 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2016 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2016 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita sport