Hari ini Kamis 22 Oktober 2020, diperingati Hari Santri Nasional. Sebagai alumni Pondok Pesantren Darul Arafah, H Ibnu Habibi Lubis (34) warga Nagori, Wonorejo, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun pun mengucapkan Selamat Hari Santri serta menyampaikan harapannya.
Saat ini di Simalungun tengah menuju Pilkada yang akan digelar pada 9 Desember mendatang. Habibi Lubis sebagai Ketua Dewan Penasehat PC GP ANSOR Simalungun, pun menyampaikan harapannya kepada pemimpin yang terpilih di Simalungun nanti.
” Siapapun Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih dalam Pilkada Simalungun nanti harus lakukan empat hal ini untuk pesantren di daerah kita ini,” ujar Habibi.
Lebih rinci ia sampaikan pemimpi terpilih nanti harus mau melakukan revolusi di dunia pendidikan pesantren. Ada pun 4 hal yang harus dilakukan yakni,
1.Perbaiki Kualitas Pendidikan agar Pesantren makin Maju.
Pesantren harus dibenahi agar dapat menghasilkan calon pemimpin terbaik di masa mendatang.
2. Dukung Proses Belajar Mengajar.
Dimana setiap daerah memiliki anggaran untuk dunia pendidikan maka sudah seharusnya Pondok Pesantren mendapatkan bantuan dalam meningkatkan sarana dan prasarana belajar mengajar.
3.Sejahterakan Usatdz dan Ustadzah.
4.Siapkan lapangan pekerjaan untuk alumni Pondok Pesantren.
Sejarah mencatat, bagaimana pesantren dan santri memiliki kontribusi yang besar dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya perjuangan para mahasantri seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto sangat berperan penting dalam perjalanan bangsa.
”Mereka merupakan tokoh yang memiliki komitmen kebangsaan yang luar biasa. Hal inilah yang harus terus kita kenang,” kata Habibi
Hari Santri Nasional ditetapkan lewat Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Keppres tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober. Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional itu terkait dengan peranan para santri dalam melawan Belanda saat agresi militer kedua.




Discussion about this post