Setiap Minggu, calon Bupati Simalungun H Muhajidin Nur Hasim selalu mengawali aktivitas dengan menunaikan sholat Subuh berjamaah berpindah-pindah masjid. Minggu (25/10/2020), Muhajidin Nur Hasim yang lebih sering disapa Bang Hasim, menunaikan sholat Subuh di Masjid Amalyah, di Dusun Sidomulyo Nagori Kasindir Kecamatan Jorlang Hataran. Selanjutnya, Hasim mengunjungi Pondok Pesantren Darul Mishbah yang ada di nagori tersebut.
Usai sholat Subuh, Ustad Ramadia Afif Saragih memberikan tausiyah kepada seluruh jamaah, yang dilanjutkan sarapan bersama.
Menurut Hasim, sholat Subuh berjamaah di masjid merupakan wadah bagi warga untuk meramaikan masjid dan silaturahmi antar sesama warga.
Dari masjid, Hasim dan rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Darul Mishbah di Dusun Sidomulyo Nagori Kasindir Kecamatan Jorlang Hataran. Hasim disambut pendiri Pondok Pesantren Darul Mishbah, Buya M Samsul Bahri.
Pria berusia 36 tahun itu mengatakan, pondok pesantren memiliki peran penting untuk membangun sumber daya manusia (SDM), khususnya menanamkan nilai-nilai keagamaan.
Dalam kesempatan itu, Hasim yang berpasangan dengan Tumpak Siregar SH (TPS) di Pilkada Simalungun memohon doa restu kepada Buya M Samsul Bahri.
“Program yang kita miliki tidak muluk muluk. Saya memohon doa restu untuk menjadikan Kabupaten Simalungun Maju, Rukun, dan Sejahtera,” sebut Hasim. (*)
[09.41, 25/10/2020] Eva Wahyuni: Warga Tanjung Pasir: Pak TPS, di Sini Harga Pupuk Bersubsidi Rp270 Ribu-Rp300 Ribu…
Warga Dusun 2 Cinta Rakyat, Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun mengeluhkan harga pupuk subsidi yang sangat mahal. Saat ini, mereka membeli pupuk bersubsidi dengan harga Rp270 ribu-Rp300 ribu per sak. Padahal mereka tahu, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hanya Rp90 ribu-Rp150 ribu.
Keluhan itu disampaikan warga saat calon Wakil Bupati Simalungun nomor urut 2, Tumpak Siregar SH (TPS) mengunjungi dusun mereka, Sabtu (25/10/2020).
“Kami membeli pupuk bersubsidi dengan harga hingga Rp300 ribu per sak. Padahal pupuk itu yang sangat kami butuhkan, karena kami di sini mayoritas sebagai petani,” terang Siahaan, salah seorang warga.
Siahaan mengaku program-program yang dimiliki pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Simalungun H Muhajidin Nur Hasim-Tumpak Siregar SH (Hasim-TPS) masuk akal dan tidak muluk-muluk. Terutama akan memberikan kemudahan bagi warga untuk memeroleh pupuk bersubsidi sesuai HET.
“Dengan adanya program kemudahan mendapatkan pupuk bersubsidi, maka warga akan terbantu, yang otomatis perekonomian kami warga dapat meningkat,” katanya.
Selain menyampaikan program agar warga mudah memeroleh pupuk bersubsidi, TPS juga menyampaikan program Hasim-TPS lainnya. Salah satunya, pengurusan administrasi kependudukan cukup di tingkat kecamatan.
“Selama ini, mengurus KTP, Kartu Keluarga, surat pernikahan, akta lahir, dan lainnya harus ke Raya. Padahal jarak dari Tanah Jawa ke Raya sangat jauh. Warga harus menghabiskan banyak waktu. Itupun kalau selesai dalam satu hari. Soalnya bisa sampai dua atau tiga hari. Kita tidak ingin membuang-buang waktu lagi untuk mengurus itu. Jadi cukup di tingkat kecamatan,” tukas TPS. (*)




Discussion about this post