Pemuda berusia 17 tahun, Muhammad Farhan Lubis menjadi korban geng motor di Kota Medan. Warga Jalan Garu 6 Gang Kakak Tua Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas Kota Medan tewas setelah dianiaya geng motor di depan pabrik getah PT Asahan Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas, Minggu (28/2) dini hari.
Salah seorang rekan korban, Rian, menerangkan, Farhan tewas setelah dibantai gerombolan geng motor yang melakukan konvoi di Jalan Sisingamangaraja Medan. Korban dibantai tepatnya di depan pabrik getah PT Asahan Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas.
Menurut Rian, malam itu ia bersama korban dan rekannya yang lain, yaitu Dian, Tama, Otoi, Bobi, Arya dan Madan, dari Jalan Garu 7 jalan-jalan. Mereka menuju ke arah Tanjungmorawa. Namun baru sampai di depan perusahaan Trakindo, mereka memilih balik arah menuju Simpang Amplas dan melintasi jalan flyover.
Ketika melintas dan turun dari jalan flyover, segerombolan pemuda yang sberkumpul dan diduga kuat geng motor telah menunggu. Para pemuda tersebut menunggu di sisi kiri dan kanan jalan, tepatnya di depan pabrik getah PT Asahan.
Gerombolan tersebut, menurut Rian, langsung mengejar dan menyerang mereka sambil membawa bermacam senjata, seperti batu dan kayu. Bahkan ada yang menyerang dengan senjata tajam.
Dikatakan Rian, puluhan anggota geng motor itu melempari mereka sambil berteriak, “Serang!”
Saat itu, lanjutnya, Farhan berbonceng tiga dengan Dian dan Arya. Ketiganya mengendarai sepeda motor Honda Supra warna hitam merah.
Saat itu, Dian menjadi pengendara, Farhan duduk di tengah, dan Arya paling belakang. Kata Rian, seorang di antara anggota geng motor berdiri di tengah jalan dan menghantamkan kayu ke arah Dian.
Namun Dian berhasil mengelak sambil berteriak, “Runduk… tunduk… tunduk!”
Di tengah situasi panik saat itu, pukulan kayu mengenai kepala Farhan. Langsung saja darah segar mengucur deras dari kepala Farhan.
Dian pun tancap gas meninggalkan gerombolan. Sementara Farhan mengalami luka di kepala.
Oleh rekan-rekannya, Farhan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati dan mendapat perawatan medis. Namun Farhan tak mampu bertahan. Minggu (28/2) sekitar pukul 15.00 WIB, Farhan menghembuskan nafas terakhir.
Teman Farhan lainnya, Yunus Lubis mengatakan, mereka sengaja tidak membawa Farhan ke RS Mitra Medika yang dekat dengan lokasi kejadian. Alasannya, untuk ke RS Mitra Medika harus melintasi para geng motor.
“Dian yang mengemudi, Arya
di boncengan memegang Farhan. Mereka kencang membawa Farhan ke klinik di sekitar Jalan Garu 6,” terang Yunus.
Yunus menegaskan, Farhan dan mereka bukanlah geng motor. Mereka hanya melintas untuk menikmati akhir pekan.
Mereka berharap polisi segera menangkap anggota geng motor yang menyebabkan Farhan meninggal dunia.
Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Philip Purba ketika dikonfirmasi melalui telepon, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa.


Discussion about this post