Komitmen Sarulla Operations Ltd (SOL) dalam memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional terus diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan pertanian bawang merah yang sudah dimulai sejak tahun 2021 dengan membina sebanyak 22 kelompok tani selama dua kali musim tanam yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas petani sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Bagi SOL, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan tetapi membangunkemampuan dan ketrampilan agar masyarakat dapat mengembangkan potensi secara mandiri dan berkelanjutan.
Karena itu program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan secara komprehensif meliputi bantuan teknis berupa sarana dan prasarana pertanian bawang merah termasuk bantuan bibit bawang merah dansarana pendukung budidaya, mulai dari pupuk vegetatif dan generatif, kompos, mulsa, H₂O₂ hingga pestisida, yang disesuaikan dengan hasil survei dan kebutuhan di lapangan. Sementara itu dukungan non-teknis berupa pelatihan, pemberian motivasi dan konsultasi/diskusi serta monitoring secara intensif dengan kelompok tani binaan juga merupakan elemen penting didalam pelaksanaan program ini.
Pada bulan September 2026, SOL mendistribusikan bantuan sebanyak 5,3 ton bibit bawang merah varietas batu ijo kepada 63 petani yang tergabung dalam kelompok tani di 4 desa di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara.yang terdiri dari: 1,95 ton bibit kepada 25 petani dari gabungan 7 kelompok tani di Desa Siopat Bahal, Kecamatan Pahae Jae, 1,95 ton bibit kepada 23 petani dari 2 kelompok tani di Desa Lontung Dolok dan Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu dan1,4 ton bibit kepada 15 petani dari 1 kelompok tani di Desa Pardamean Nainggolan, Kecamatan Pahae Jae.
Untuk memastikan proses budidaya berjalan optimal, SOL berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara melalui BPP Pahae Jae dan BPP Pahae Julu, serta menggandeng praktisi pertanian lokal, Bapak Jekson Ompusunggu, sebagai pendamping teknis petani.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pascapanen, sehingga petani tidak hanya memperoleh sarana produksi, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Kegiatan penyaluran bantuan turut disaksikan oleh Kepala Bagian Perekonomian & SDA Setdakab Tapanuli Utara, Sekretaris Dinas Pertanian Tapanuli Utara, BPP Pahae Jae, BPP Pahae Julu, pemerintah kecamatan, serta kepala desa/lurah terkait. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui program pengembangan bawang merah, SOL berupaya menjadikan pertanian bukan hanya sebagai aktivitas produksi, tetapi sebagai salah satu jalan menuju penguatan ekonomi keluarga. Karena bagi SOL, kontribusi bagi masyarakat bukan hanya tentang apa yang diberikan hari ini, tetapi tentang kemampuan dan peluang yang dapat terus tumbuh di masa depan. ( Friska )

