Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda NEWS
Kematian Djie Goon Gunawan Pemilik Rumah Kost Terungkap, Tiga Pelaku asal Nias Dibekuk

Kematian Djie Goon Gunawan Pemilik Rumah Kost Terungkap, Tiga Pelaku asal Nias Dibekuk

Editor: NEWSCORNER.ID
31 Maret 2021 | 18:45 WIB
in NEWS
0
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

 

Kasus kematian Djie Goon Gunawan alias A Cek (74) yang merupakan pemilik rumah kost di Jalan Merbabu, Kelurahan Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, pada Minggu 7 Maret 2021 lalu, akhirnya terungkap.

Saat itu A Cek ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumahnya, Jalan Merbabu. Keesokan harinya Sat Reskrim Polrestabes Medan berhasil membekuk 3 orang pelakunya.

Ketiga pelaku yang diamankan yakni Fau Nasekhi Zanago alias FNZ (20) warga Desa Hilina Tafue, Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias, Afer Seven Zaloku alias ASZ (21) warga Fadoro Taliwaa, Desa Desa Sisobahili, Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara, dan Beji Sokhi Zaloku alias BSZ (24) warga Fadoro Taliwaa Desa Sisobahili, Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara. Ketiganya merupakan penghuni kost-kostan milik korban.

Kematian Djie Goon Gunawan Pemilik Rumah Kost Terungkap, Tiga Pelaku asal Nias Dibekuk
Shelly (anak korban)

Motif pembunuhan itu menurut, Shelly alias Charies (39) anak korban, kalau orangtuanya dihabiskan oleh tiga pelaku karena pelaku terus dimintain uang kost oleh korban.

“Mereka bertiga sudah telat 2 bulan bayar uang kost, jadi mereka merasa risih dan berniat membunuh papa saya (korban). Saksinya ada yang mendengar rencana mereka,” kata Shelly saat menghadiri Rekonstruksi pembunuhan ayahnya di lantai II Sat Reskrim Polrestabes Medan, Rabu (31/3) sekira pukul 13.45 WIB

Padahal menurut Shelly, papanya itu tidak memaksa para pelaku. Bahkan korban menyarankan pelaku mencicil uang pembayaran kost itu meski perhati Rp 10 ribu. Apalagi ketiga pelaku baru 3 bulan ngekost di tempat korbab.

Selain itu, kata Shelly didampingi keluarga lainnya, dugaan motif lain juga sepertinya ada pada para pelaku. Sebab, beberapa minggu terakhir, korban curiga seringnya pencurian HP dan Laptop terhadap penghuni kost yang lainnya di rumah kost korban diduga diperani pelaku.

“Malah pas ditanyakan papa saya, mereka menuduh papa saya yang melakukan. Baut apa? Papa saya menjawab begitu karena kami orang berkecukupan. Bisa jadi juga papa saya memergoki salah satu dari mereka yang mencurinya,” ujar Shelly.

Seorang saksi mata, A Wi (19) menjelaskan, sebelum pembunuhan terjadi, ia sempat mendengar korban dan ketiga pelaku cekcok di kamar kost pelaku Fau.

“Pas ribut itu, Acek (korban) saling tuduh kehilangan HP dan soal tagihan uang kost. Suara si Fau terdengar jelas, soalnya kamar saya bersebelahan dengan kamar si Fau yang hanya berdindingkan Tripleks. Bahkan Fau mengancam membunuh korban. Dan sekitar jam 1 malam suara ribut itu tak lagi terdengar,” ungakpnya.

Begitu pun dengan anak sulung korban yang curiga dengan para pelaku yang sudah merencanakan pembunuhan itu. “Soalnya para pelakunya sudah berkumpul di kamar kost yang dihuni salah satunya yakni, FZ. Dan batu yang digunakan memukul kepala dan wajah papa saya sampai tewas gak pernah-pernahnya ada di depan kamar mandi kamar itu,” ungkap A Hong (30) anak sulung korban.

Pun begitu ia sepakat dengan kakaknya bahwa kekesalan pelaku memuncak karena ayah mereka sering menagih uang kost. “Dari hasil rekonstruksi tadi, si Fau inilah pertama yang memukul kepala papa saya pakai Batu. Setelah berdarah, si Fau memanggil si Beji dan Afer Seven Zaloku untuk memukuli ayah saya pakai batu hingga meninggal,” ujarnya.

Atas pembunuhan itu, pihak keluarga berharap polisi dan pengadilan menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni pembunuhan berencana.

“Kami minta ketiga pelaku dihukum berat dengan pembunuhan berencana sesuai pasal 338 sub 480,” timpal kuasa hukum keluarga korban, Darmawan yusuf, SH, SE, M.Pd, MH, usai kegiatan rekonstruksi.

Namun begitu pihak Polrestabes Medan menegaskan bahwa ketiga pelaku hanya terancam pasal penganiayaan berat berujung kematian. “Pasal 338 dan atau pasal 351 ayat 3, ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terang Panit Pidum Polrestabes Medan, Iptu J Simamora.

Iptu J Simamora menjejaskan bahwa sebanyak 17 adegan yang dilakoni oara pelaku dalam Rekonstruksi yang dilakukan pihak Polrestabes Medan bersama pihak Kejaksaan.

“Terdapat 17 adegan A. Di adegan ke 8 korban meninggal dipukul pakai batu dibagian kepala. Motifnya karena kesal dan sakit hati karena pada saat itu pemilik kost meminta uang kepada para tersangka, dan pada saat itu para tersangka tidak memiliki uang dan korban terus meminta,” pungkasnya.(Suryanto)

Tags: Anak Medanberita Medanberita pematangsiantarBerita Polisiberita siantarBerita SimalungunBerita SumateraBerita SumutKabar Medanpematangsiantarpolrestabes medan

Discussion about this post

Berita Terbaru

NEWS

Pelindo Regional 1 Audiensi dengan Kejati Sumut, Perkuat Sinergi dan Kepatuhan Hukum

20 Oktober 2026 | 22:34 WIB
NEWS

Gerebek Sarang Narkoba di Jalan Multatuli Satresnarkoba Polrestabes Medan Temukan Pos Siskamling Jadi Tempat Jual Beli Narkoba

20 Oktober 2026 | 19:11 WIB
Sumut

Ukur Berat Badan hingga Jogging Keliling Kota, Polres Sibolga Perkuat Disiplin dan Kesehatan Personel

20 Oktober 2026 | 17:02 WIB
MEDAN CORNER

Sarang Narkoba Jermal 12 Kembali Digerebek, 2 Barak Dibakar, Bandar Diburu

20 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Simalungun

Kejar Jejak Pemasok Sabu, Polres Simalungun Kembangkan Penggerebekan dari Sinaksak hingga Karang Bangun

19 Oktober 2026 | 22:08 WIB
NEWS

Kualitas Udara Memburuk, Warga Pematangsiantar Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

19 Oktober 2026 | 20:05 WIB
MEDAN CORNER

Penggerebekan Sarang Narkoba di Gang Nasional Medan: Pengedar Diringkus, Barak Dimusnahkan

19 Oktober 2026 | 18:29 WIB
NEWS

Banjir Berulang di Suka Maju, Warga Keluhkan Belum Ada Peninjauan dari Kecamatan Marihat

19 Oktober 2026 | 16:13 WIB
MEDAN CORNER

Bawa Samurai Saat Ribut Keluarga Di Medan, Dua Terduga Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi

19 Oktober 2026 | 14:03 WIB
MEDAN CORNER

Sarang Narkoba Gang Pantai Medan Sunggal Digerebek, Sejumlah Pelaku Lompat ke Sungai

19 Oktober 2026 | 12:23 WIB
NEWS

FORPROVSU I 2026 Resmi Diundur ke November, Ini Jadwal Terbarunya

19 Oktober 2026 | 10:33 WIB
Simalungun

Bukan Sekadar Upacara, Wakapolres Simalungun Tanamkan Bahaya Narkoba dan Literasi AI kepada Pelajar Assisi

19 Oktober 2026 | 09:14 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport