Seorang anak tega memenggal leher ibu kandungnya hingga tewas. Persoalannya sepele, si anak meminta uang untuk memasang gigi palsu. Permintaannya tak dipenuhi, anak biadab itu membunuh ibunya di pematangsawah.
Diawali saat Sumudi (35) mengasah golok di rumah ibunya di Desa Bocor. Setelah memastikan mata golok itu tajam, dia memasukkannya ke dalam ransel.
Sumudi kemudian bergegas mencari ibu di pematang sawah kampungnya mengendarai sepeda onthel. Setibanya di sawah,ia meminta uang Rp 500 ribu kepada ibunya.
Permintaan itu ternyata tidak dituruti. Tersangka yang marah mengayunkan golok ke arah ibunya, Sutarni(51) warga Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen.
Hal tersebut terungkap dalam rekonstruksi yang digelar Polres Kebumen Kamis (19/4/2018) pagi,atas kasus pembunuhan anak terhadap ibu kandung yang terjadi pada awal bulan Maret lalu.
“Dalam adegan itu, korban sempat menangkis ayunan golok yang dilakukan tersangka. Tersangka semakin gelap mata. Selanjutnya dia menendang korban hingga tersungkur di sawah,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Masngudin.
Saat korban tersungkur, tersangka mengayunkan goloknya sebanyak lima kali. Akibatnya kepala korban putus sehingga tewas seketika di TKP. Dalam adegan nomor 27, tersangka berusaha memasukkan kepala ibunya ke dalam ransel.
“Karena tidak muat, kepala korban hanya ditutupi tas ransel. SM yang panik selanjutnya meninggalkan korban, melarikan diri mengendarai onthel. Jasad Ibunya ditinggalkan di pematang sawah,” lanjut AKP Masngudin.
Polres Kebumen menggelar rekonstruksi kasus anak membunuh ibu kandung yang terjadi pada awal Maret lalu. Kasus pembunuhan terencana itu direkonstruksi Polres Kebumen, Kamis (19/4/2018) pagi.
Tersangka dalam kasus ini adalah SM (35) alias Sumudi, warga Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren. Tanpa canggung dia melakukan reka ulang pembantaian kepada ibunya, Sutarmi (50), sebanyak 34 adegan.
Proses rekonstruksi cukup menyita perhatian warga yang sedang beraktivitas di sawah dan yang melintas di TKP. Sepanjang rekontruksi, polisi memasang garis polisi.
Kepada penyidik, SM mengaku meminta uang 500 ribu kepada korban untuk memasang gigi palsu. Akibat kejadian itu, suami dan saudara SM amat terpukul oleh tindakan tersangka.
Ayah SM juga terlihat menemui tersangka di Mapolsek Buluspesantren, siang seusai reka ulang. Pembunuhan sadis itu terjadi pada 9 Maret lalu, bakda jumatan sekitar pukul 13.00 WIB. Informasi dari para tetangga korban, ketika itu, pelaku pernah mengidap penyakit gangguan jiwa.
“Kemungkinan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa akan kami selidiki lebih lanjut,” papar AKBP Arief Bahtiar.
Seorang saksi, Jumadi (49), mengatakan awal mula kejadian, pelaku SM datang meminta uang kepada ibunya. Karena tidak dituruti, akhirnya pelaku menebas leher ibunya memakai parang. Parang itu dimasukkan SM ke dalam tas ranselnya.
“Korban datang minta uang kepada ibunya. Oleh ibunya tidak dituruti. Korban minta uang 500 ribu. Selanjutnya korban dibunuh oleh SM,” kata Jumadi yang mengetahui persis kejadian itu.
Kurang dari 24 jam, polisi menangkap SM pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 WIB di Jalan Pemuda, Kebumen. Tersangka sedang bersepeda saat polisi menangkapnya.
Sejumlah barang bukti yang disita polisi diperlihatkan AKBF Arief dalam rilis kasus ini, ketika itu. Ada parang yang digunakan untuk memenggal kepala korban, baju korban, tas ransel tersangka, dan sepeda milik Sumudi.
Akibat perbuatannya itu, Sumudi disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman terberat hukuman mati atau seumur hidup.(***)
Sumber: Radarekspres.com




Discussion about this post