Seperti biasa ketika hari libur, T Silaen (70) menghabiskan waktunya untuk memancing. Namun siapa sangka, Kamis (10/5) malah menjadi hari yang nahas baginya.
Informasi diperoleh, warga Jalan kedondong I Perumnas Batu Enam, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, ini meninggal dunia dengan kondisi cukup mengenaskan pada sekitar pukul 18.45 Wib.
Ceritanya, usai menyalurkan hobinya itu di sebuah sungai, korban kemudian beranjak pulang ke kediamannya dengan mengendarai sepeda motor Supra X 125 bernomor polisi BK 4837 WY.
Namun nahas, ketika melintas di Jalan Lumban Buttu, Nagori Laras Dua, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, korban berusaha menghindari lubang namun malah tergelincir dan ia pun terjatuh.
Di waktu bersamaan, dari arah bersamaan sebuah truk pengangkut kelapa sawit dengan nomor polisi BK 8867 WC yang di kemudikan Ardiansyah Saragih, warga Simpang Kerang, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.
Akibatnya, kecelakaan pun tak terhindarkan dan korban meninggal dunia usai tergilas roda truk.
“Saat memotong truk sawit, korban hendak mengelakkan lubang besar. Tiba tiba, roda sepeda motor yang dikendarainya tergelincir karena pasir. Seketika itu juga tubuhnya jatuh tepat di bawah kolong dan ban belakang truck langsung menggilas kepalanya hingga pecah lalu mengeluarkan isi kepala korban,” beber A Silalahi, saksi mata kejadian.
Melihat kejadian itu warga pun langsung berkerumun menyaksikan jasad korban yang tergeletak di badan jalan.
Tak disangka, seorang warga berinisial TT (34) yang yang turut menyaksikan kejadian itu berteriak. “Tulang Silaen ini, orang Kedondong. Baik kali lo tulang ini, ramah ramah lagi orangnya. Kasihan kali ya. Lihat lah, kepalanya pecah, hingga otak nya pun keluar. Telepon woi anaknya si hengki biar datang melihat tulang ini,” ucapnya di lokasi kejadian.
Tak lama, jenazahnya pun diangkut oleh pihak Kepolisian Satuan Lantas Polres Simalungun menggunalan mobil patroli ke RSUD Djasamen Saragih. Sebagian dari mereka tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan parah.
“Kita sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban. Sedangkan anggota yang lainnya, langsung saya perintahkan untuk mengatur jalur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan lebih parah,” ujar Kanit Laka Polres Simalungun Ipda J Sinaga.
Sementara itu entah siapa yang memberi kabar, informasi kematian korban sampai juga ke telinga menantu korban, SLG (34) warga Perumnas.
Di lokasi kejadian, ia mengatakan kepada awak media jika mertuanya mempunyai hobi memancing. Kebiasaan tersebut sudah bertahun tahun di lakoni korban setelah pensiun.
“Pulang memancing tadi tulang ini bang. Setelah pensiun, tulang ini punya hobi memancing untuk menghilangkan suntuk. Terkejut kali aku mendapat informasi kalau mertuaku ditabrak truck dan setelah kulihat kondisinya, tak tahan aku,” katanya sambil berlinang air mata.
Anak korban, L Silaen (34) juga tampak histeris melihat jasad bapaknya telah terbujur kaku. “Pak , pak kenapa bapak. Kok begini bapak, oh tuhan, kenapa bapakku,” jeritnya histeris.
Informasi terkini, dua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Mako Sat Lantas Polres Simalungun. (Turnip)



Discussion about this post