Seorang bocah SD berusia 9 tahun yang menjadi salah satu pelaku peledakan bom bunuh diri (pengantin) di Surabaya.
Dia mendapat tugas melakukan pengeboman di GKI Jalan Diponegoro bersama ibu dan saudara perempuannya.
Menanggapi hal itu, seorang netizen dengan nama akun Kunto Aji di akun Instastory Instagram @kuntoajiw, Minggu (13/5) kemarin mengungkap sebuah hal mengejutkan.
Awalnya, Kunto Aji mengunggah hasil capture berisi cuitan Twitter tentang kejadian bom di GKI Jalan Diponegoro.
Kemudian, seorang netizen membalas unggahan tersebut dan mengatakan jika rumah pelaku dekat dengan rumahnya.
Tak hanya itu, seorang kerabat dari netizen itu mengaku kenal dengan pelaku pemboman tersebut.
“Sekarang rumahnya udah ketemu dan deket rumahku, masih ada bom aktifnya,” tulis netizen.
“Astaghfirullah. Itu tetangga? Orangnya gimana sih?” jawaban Kunto Aji.
Netizen menjelaskan bahwa pelaku adalah teman SD dari saudaranya.
“Beda komplek sih tapi kebetulan anaknya satu sd sama anak tante, kalo pelajaran agama sama pkn gamau ikut, kalo ditanya cita citanya mau mati sahid,” jelas netizen.
Mengetahui hal ini Kunto Aji mengaku sedih.
“Gw sedih banget, karena gw ngebayangin si anak yang jadi korban doktrin bapak ibunya. Semoga diampuni dosamu ya nak,” tulis Kunto Aji pada Instastory selanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, telah terjadi ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5) pagi.
Tiga Gereja itu, yakni Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan pelaku pengeboman adalah satu keluarga.
Adapun identitas pelaku bom bunuh diri di 3 gereja berbeda di Surabaya, yakni DO (47), PK (43), YF (18), FH (16), FS (12), dan FR (9). (sumber: tribunnews.com)



Discussion about this post