Muda-mudi Parapat, Ajibata sekitarnya bersama dengan organisasi kepemudaan dan masyarakat serta lintas agama dan semua etnis menggelar aksi peyalaan lilin bersama di lapangan Pagoda, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipanganbolon.
Aksi yang digelar Sabtu (19/5/2018) sekitar pukul 20:00 WIB, untuk mendoakan korban atas kejadian pengeboman yang terjadi pada tiga gereja di Surabaya, Minggu 13 Mey 2018 serta teror teroris di berbagai daerah di indonesia.
Tampak masyarakat menuliskan kata kata di spanduk #no more teroris #damai lah indonesia ku #dukung TNI Polisi. Aksi massa di dominasi kaum muda.
Dalam aksi solidaritas ini, mereka juga mengibar kan bendera dengan ukuran yang cukup besar berukuran 8x32meter sebagai rasa kecintaan terhadap tanah air, serta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.
Aksi tersebut juga dihadiri juga oleh Kapolsek Parapat, AKP R.Hutagalung . Di sela-sela aksi ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah personil di daerah tujuan wisata tersebut.
“Kami sudah menyiapkan personil untuk bersiaga menjaga keamanan di sejumlah tempat demi kenyamanan, masyrakat serta turis mancanegara dan lokal jangan takut,” ujarnya
Remember Manik selaku ketua panitia menjelaskan bahwa mereka sangat mengutuk aksi terorisme.
“kami sangat mengutuk aksi teroris yang ada di Indonesia baru-baru ini, serta menghimabu masyarakat Parapat dan sekitarnya untuk saling menjaga karena lokasi kita tempat wisata,” jelasnya.
Untuk wisatawan manacanegara dan lokal mari silahkan datang ke danau toba parapat jangan takut tempat kami aman dan cinta damai dan benar benar aman dan nyaman, dan hubungan antar umat agama pun terjaga sangat baik
Pada kesempatan itu juga disampaikan himbauan, jika ada temuan masyarakat yang mecurigakan agar tidak segan langsung beritahukan ke pihak berwajib Polisi dan TNI. Serta saling menjaga satu sama lain, Untuk antisipasi hal-hal tak terduga.
Disampaikannya aksi tersebut juga didukung beberapa aktifis yang berada di Parapat dan Ajibata sekitarnya.
” Rangkaian acara sebenar nya sudah kita lakukan dari kemarin ada pawai,orasi terkait nya teror di negara kita ini dan penyampaian kepada kepala kepala lingkungan tetap waspada,” tambahnya.
Ditambahkannya lagi, sebelumnya mereka sudah kordinasi kepada pihak uspika, kepolisian dan TNI terkait dengan hunian hunian terkait dengan perhotelan penginapan agar kita tidak kecolongan,karena potensi bahaya itu bisa kapan saja terjadi ucap ketua panitia aksi tersebut. (Ridho)




Discussion about this post