Pencarian terhadap korban kapal motor KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Tigaras, Kabupaten Simalungun pada Senin (18/6) lalu, hingga kini masih terus dilakukan.
Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Medan, Budiawan, mengatakan, wilayah pencarian pada Jumat di permukaan Danau Toba diperluas sejauh 10-20 kilometer dengan menggunakan alat Scan Sonar dan Multibeam Side Scan Sonar.
Hal itu, dilakukan karena korban mungkin akan timbul di permukaan atau terhampar ke bibir danau. “Sehingga Tim SAR akan mencari hingga bagian kiri dan kanan bibir danau,” katanya.
Jelas Budiawan, Peralatan itu didatangkan langsung dari Disposal Mabes TNI AL di Jakarta, bersama dengan Tim pasukan khusus Detasemen Jalamangkar (Denjaka), Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska).
“Mereka akan bersama-sama melakukan pencarian di mana titik tenggelamnya KM Sinar Bangun,” ucap Budiawan.
Sementara itu di media sosial, foto KM Sinar Bangun diduga sebelum berangkat dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun beredar luas.
Dalam foto terlihat, kapal nahas itu sarat penumpang dan dikelingi puluhan sepeda motor milik penumpang. Padahal, data diperoleh menyebut bahwa kapal hanya mampu mengangkut maksimal 44 orang.
Sayangnya, hingga kini alat pendeteksi canggih yang didatangkan petugas belum mampu mencari keberadaan kapal itu. Alat canggih untuk mengukur kedalam Danau Toba yang berasal dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), diturunkan pihak TNI Angkatan Laut namun hanya dapat mendeteksi kedalaman maksimal 650 meter.
“Tetapi alat ini tetap tidak mampu menampiljan kontur dasar danau. Kemungkinan kedalaman dasar danau toba melebihi 600 meter,” ucap Danlantamal I Laksamada Pertama TNI Ali Triswanto kepada wartawan, Jumat (22/6).
Sementara itu, tim Basarnas melalui Kepala Basarnas Pusat Letjend M Syaugi berjanji akan tetap melakukan upaya pencarian terhadap korban.
“Secepatnya akan segera kita datangkan alat pendeteksi yang lebih canggih yang dapat mengukur kedalaman 2.000 meter,” ungkapnya.
Selain alat pendeteksi, besok (23/6), pihaknya akan menurunkan helikopter guna membantu melakukan pencarian para korban.
“Pencarian para korban akan tetap kita lakukan dengan menurunkan alat lebih canggih. Kali ini alat tersebut dapat mendeteksi sampai kedalaman 2.000 meter. Selain itu juga akan kita turunkan helikopter untuk besok hari,” pungkasnya. (Turnip)




Discussion about this post