Rapat Konsolidasi Bulan Tertib Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Danau Toba Sabtu (30/6) digelar di Hotel Niagara, Parapat, Sumatera Utara.
Disebutkan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan langkah-langkah konkrit terkait pembenahan dan peningkatan keselamatan pelayaran angkutan danau di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.
Dalam sambutan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyampaikan akan dilakukan pembagian Tugas Tim Ad Hoc Peningkatan Keselamatan Angkutan Sungai dan Danau dalam rangka Bulan Tertib Keselamatan Pelayaran di Danau Toba.
Sekretaris Jenderal Kemenhub bersama dengan Dirjen Perhubungan Laut dan Dirjen Perhubungan Darat melakukan analisa dan evaluasi untuk regulasi terhadap ketentuan dan aturan terkait kinerja dalam penyelengaraan Angkutan Sungai dan Danau yang berkeselamatan.
Melakukan evaluasi dan penentuan kelembagaan yang bertanggung jawab dalam tata kelola Angkutan Sungai dan Danau yang berkkeselamatan yang mana hal ini juga diminta dukungan dari TNI dan Polri.
Inspektorat Jenderal Kemenhub melakukan audit kinerja terhadap penyelenggaraan angkutan di Danau
Memberikan pendamping teknis maupun pembiayaan terhadap konsekuensi anggaran kepada anggota Tim Ad Hoc.
Ditjen Perhubungan Darat tetap melaksanakan Rampcheck, mengevaluasi trayek eksiting, menetapkan Dermaga sebagai tempat pemberangkatan dan kedatangan kapal serta pengawasan terhadap pembuatan manifest penumpang oleh Nahkoda.
Kampanye tentang keselamtan dan keamanan pelayaran yang dibantu oleh TNI dan Polri yang dikawasan Danau Toba, pengawasan tentang pemenuhan fasilitas keselamatan penumpang dan kapal yang dibantu oleh TNI dan Polri, membuat Standar Operasional Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal kapal penumpang Angkutan Sungai dan Danau.
Ditjen Perhubungan laut menyiapkan dan menempatkan petugas untuk menerbitkan Pas Sungai dan Danau, menyiapkan petunjuk teknis penerbitan SPB Kapal penumpang di Danau Toba, Menyiapkan Prosedur Syandart Operasional tentang penerbitan sertifikasi kelaikan Kapal Penumpang di Danau Toba serta penerbitan terhadap kelaikan Kapal yang beroperasi di periran Danau Toba.
BPSDM Perhubungan melakukan pelatihan singkat tentang kompetensi dasar-dasar kesyahbandaran kepada petugas pengawas pemberangkatan kapal, melakukan pelatihan singkat terkait kompetensi kecakapan Pengawakan Kapal bagi Operator Kapal.
BKI melakukan evaluasi dan Standarisasi Kapal penumpang angkutan sungai dan Danau yang memenuhi aspek keselamatan.
Pemda terkait menyiapkan personil/pegawai untuk mengikuti pelatihan singkat tentang kompetensi teknik dasar-dasar kesyahbandaran, menyiapkan operator Kapal untuk mengikuti pelatihan singkat kecakapan pengawakan kapal.
Menerbitkan Surat Persetujuan Pengoperasian Kapal Angkutan di Danau Toba dan membuat suatu sistem atau prosedur yang memastikan manifest penumpang dan barang terdata dengan benar.
Menyusun prosedur naik dan turun penumpang serta melaksanakan sterilisasi pelanuhan yang dibantu oleh TNI – Polri, serta melakukan pembinaan terhadap penyelengaraan terhadap Angkutan Sungai dan Danau.
BMKG memberikan informasi cuaca beserta arus periairan disekitar atau dermaga setiap 3 Jam dan menyampaikan informasi perubahan cuaca ekstrim di Danau Toba serta membuat aplikasi android terkait informasi cuaca.
KNKT melaksanakan Investigasi kecelakaan KM. Sinar Bangun 4 dan menyiapkan rekomendasi hasil investigasi kecelakaan KM. Sinar Bangun 4, agar masing-masing Dinas Perhubungan Kabupaten Sekawasan Danau Toba menyipkan serta menirimkan nama-nama anggotanya untuk mengikuti pelatihan teknis paling lambat tanggal 03 Juli 2018.
Agar Pemprovsu menerbitkan SK untuk proses bantuan Jasa Raharja kepada Keluarga Korban KM. Sinar Bangun 4 paling lambat hari Kamis tanggal 05 Juli 2018 sehubungan Bapak Menteri Perhubungan datang ke Pelabuhan Tiga Ras untuk memberikan Bantuan Kasa Raharja tersebut secara simbolis.
Masing-masing Kepala Dinas Perhubungan mendata kembali jumlah Pelabuhan di kawasan Danau Toba yang bisa menampung minimal 50 (lima puluh) unit Kapal Motor dan tidak membenarkan Kapal menggunakan Teralis dan Deck atas serta kelebaran pintu kapal untuk masuk penumpang.
Hal-hal lain yang masih belum dirempungkan akan dibahas kembali untuk membuat regulasi yang baik demi keselamatan angkutan pelayaran Danau Toba.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah petinggi dan pejabat, mulai dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Direktur Prasarana Perhubungan Darat Jujun Endah Wahjuningrum, Direktur Pembinaan Keselamatan Ahmad Yani, Direktur Angkutan dan Multimoda Cucu Mulyana, Ditjen Perhubungan Laut Dr. Capt.Djemmy R. Sumakun, SH, MH, MM, MBA, M.MAR, Staff Kementrian Perhubungan Ditjen Perhubungan Darat, Kepala KNKT Dr. Surjanto Cahyono, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Kapolres Simalungun AKBP M. Liberty Panjaitan, SIK, MH, Wakapolres Samosir (mewakili Kapolres) Kompol Rosmana, Dandim Simalungun yang diwakili oleh Dan Ramil 11 Parapat AKP Prawoto, PT. Jasa Raharja Medan, Kadishub Provsu, Kadishub Kabupaten Kawasan Danau Toba, Tim Ad Hoc Kementrian Perhubungan. (REL/Vay)




Discussion about this post