Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Iklan
Beranda NEWS Peristiwa
Penipuan Berkedok Giveaway Paket Gratis Makin Marak, Warga Diminta Waspada!

Penipuan Berkedok Giveaway Paket Gratis Makin Marak, Warga Diminta Waspada!

Penipuan Berkedok Giveaway Paket Gratis Makin Marak, Warga Diminta Waspada!

Editor: Imelda Margaretha Purba
28 Februari 2025 | 01:29 WIB
in Peristiwa
0
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

Newscorner.id – Kasus penipuan online terus berkembang dengan berbagai modus, salah satunya adalah penipuan berkedok pengiriman paket gratis atau giveaway palsu.

Dalam skema ini, korban menerima paket berisi barang seperti tas, dompet, kabel USB, atau tumbler tanpa pernah memesannya.

Namun, di balik pemberian ini tersimpan jebakan yang dapat membuat korban mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Jaringan Penipuan Internasional

Seorang narasumber yang pernah bekerja di pusat operasi penipuan di Kamboja mengungkap bahwa modus ini dikendalikan oleh jaringan internasional.

“Dananya berasal dari bandar besar di luar negeri dan dialirkan ke rekening kepercayaan di Indonesia,” ungkapnya.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai berbagai operasional, termasuk pengadaan barang dan ongkos pengiriman.

Penipuan ini telah menyebar di berbagai kota besar Indonesia, seperti Makassar, Padang, Banjarmasin, serta sejumlah daerah di Sumatera Utara.

“Mereka yang mengendalikan dari luar negeri, sementara pelaksana di lapangan beroperasi di Indonesia,” tambahnya.

Di dalam negeri, sindikat ini bertugas mengumpulkan barang untuk dijadikan paket giveaway palsu.

“Mereka membeli barang murah seperti tas kecil, dompet, dan tumbler, lalu dijadikan umpan dengan keuntungan sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 per unit,” jelasnya.

Selain itu, kurir yang mengirimkan paket juga mendapat komisi sekitar 10 persen dari ongkos kirim.

“Misalnya, kalau ongkos kirim Rp40 ribu, pengirim mendapat Rp4 ribu per paket. Dalam sehari, ratusan paket bisa dikirim dari setiap kota,” bebernya.

Modus Operasi Penipuan

Dari informasi yang diperoleh, sindikat ini memanfaatkan data pribadi yang diduga diperoleh dari situs marketplace atau platform online lainnya.

Data korban digunakan untuk mengirimkan paket secara acak.

Setelah paket diterima, pelaku segera menghubungi korban dengan alasan bahwa mereka memenangkan hadiah dari program tertentu.

“Mereka melacak status pengiriman, lalu menghubungi korban begitu paket diterima,” ujar sumber.

Selanjutnya, korban diajak bergabung ke grup WhatsApp eksklusif yang menjanjikan hadiah uang tunai.

Di dalam grup, korban mengikuti kuis ringan dan mendapatkan hadiah uang kecil untuk menumbuhkan kepercayaan.

“Mereka membuat seolah-olah semuanya transparan dengan hadiah awal yang nyata,” tambahnya.

Namun, semakin lama, korban akan ditawari skema investasi dengan janji keuntungan besar hanya dengan modal kecil.

Skema Investasi Tipu-Tipu

Begitu korban tergiur, mereka mulai menyetor uang dengan iming-iming keuntungan cepat.

Awalnya, pelaku memberikan keuntungan kecil sebagai umpan agar korban semakin percaya.

Namun, setelah korban menyetorkan dana lebih besar, uang tersebut lenyap tanpa jejak.

“Saat jumlah uang yang disetorkan bertambah besar, pelaku mulai sulit dihubungi. Mereka berdalih dana sedang diputar dalam investasi yang lebih besar, tetapi pada akhirnya uang itu tidak pernah dikembalikan,” jelas sumber.

Ketika korban menyadari telah ditipu, pelaku menawarkan solusi palsu dengan dalih bisa mengembalikan dana korban jika mereka melakukan pembayaran tambahan.

Banyak korban yang akhirnya tertipu lagi, berharap uang mereka bisa kembali.

Peringatan bagi Masyarakat

Para ahli meminta masyarakat lebih waspada terhadap modus penipuan ini.

Sindikat ini memanfaatkan kebocoran data dari marketplace dan platform online untuk mencari calon korban.

“Jangan mudah tergiur hadiah atau giveaway yang datang tanpa alasan jelas,” tegas sumber.

Untuk menghindari penipuan ini, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Periksa Paket yang Diterima – Jika menerima paket yang tidak dipesan, segera hubungi pihak pengirim untuk memastikan sumbernya.
  2. Jangan Bergabung ke Grup Mencurigakan – Hindari bergabung dengan grup WhatsApp atau platform lainnya yang tidak jelas tujuannya.
  3. Laporkan Aktivitas Mencurigakan – Jika merasa menjadi korban, segera laporkan ke pihak berwenang.
  4. Lindungi Data Pribadi – Jangan mudah membagikan informasi pribadi seperti nomor rekening dan alamat kepada pihak tidak dikenal.
  5. Hati-Hati dengan Tawaran Hadiah Gratis – Waspadai skema yang menawarkan hadiah atau investasi dengan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Penipuan online semakin canggih dan terus berkembang.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah tergoda dengan tawaran yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan. (*)

Tags: GiveawayPaket GratisPenipuan

Berita Terbaru

MEDAN CORNER

Sempat Viral, THM Janna Kita Digerebek Satresnarkoba Polrestabes Medan

2 September 2026 | 09:41 WIB
NEWS

Kapolres Pematang Siantar Silaturahmi dengan Tokoh Adat Simalungun

2 September 2026 | 02:18 WIB
Sumut

Baru 3 Hari Usai Laporan, Terlapor Langsung Dijemput: AMPDT Pertanyakan SOP Polres Kuansing

1 September 2026 | 17:27 WIB
MEDAN CORNER

Kapolrestabes Medan Jadi Mediator Aksi Mahasiswa Universitas Darma Agung, Sejumlah Tuntutan Berujung Kesepakatan

1 September 2026 | 15:24 WIB
NEWS

Reses di Pulo Bayu, Bona Uli Rajagukguk Tampung Keluhan Infrastruktur hingga Pajak

1 September 2026 | 15:01 WIB
NEWS

Unitwin Perpanjang Kelola Taman Hewan Pematangsiantar 30 Tahun, Rahmat Shah Janji Bawa Lebih Baik

1 September 2026 | 14:57 WIB
NEWS

SOL Tegaskan Komitmen dan Dukungan Untuk Pembangunan Berkelanjutan diTapanuli Utara dalam RDPU bersama DPRD

1 September 2026 | 09:35 WIB
Simalungun

Respons Cepat Deteksi Hotspot, Bhabinkamtibmas Dolok Silau Pastikan Titik Api di Dolok Mariah Padam

31 Agustus 2026 | 15:14 WIB
NEWS

Limbah Uang Disulap Jadi Lukisan Wali Kota Pematangsiantar, Jadi Sorotan di Penutupan Marpesta QRIS 2026

30 Agustus 2026 | 15:17 WIB
MEDAN CORNER

Pelindo Regional 1 Dukung Acara Car Free Day di Belawan

30 Agustus 2026 | 14:49 WIB
NEWS

Ribuan Peserta Ramaikan Siantar QRIS Run 2026, Semarakkan Kampanye Digital Bank Indonesia

30 Agustus 2026 | 09:10 WIB
Siantar

Patroli Tak Putus hingga Subuh, Polres Pematangsiantar Sikat Titik Rawan 3C, Geng Motor hingga Tawuran

30 Agustus 2026 | 06:18 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport