Plt Bupati Labuhanbatu H.Andi Suahimi Dalimunthe ST, MT meminta agar inspektorat segera turun tangan memeriksa kasus hancurnya mobil ambulance Kijang Innova milik Dinas Kesehatan akibat mengalami kecelakaan tunggal saat digunakan oleh Kabid P2PL Daniel H Manurung dan anaknya YM yang merupakan calon legislatif (caleg).
Permintaan itu disampaikan Andi Suhaimi saat menjawab pertanyaan wartawan dalam acara coffee morning antara wartawan dengan Plt Bupati di FO Cafe, Jalan WR Supratman Rantauprapat, Kamis (20/12).
Menurut Andi, dirinya memang belum mengetahui soal hancurnya mobil ambulance yang mengalami kecelakaan tunggal pada Minggu (23/11) silam. Dan dia baru mengetahui setelah dipertanyakan wartawan.
“Terima kasih atas informasi nya. Saya memang belum tahu dan saya baru tahu ini” katanya.
Menurut Andi, ambulance itu memang milik bidang pelayanan kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu. Namun oleh Bupati Labuhanbatu sebelumnya, mobil ambulance itu disimpan di pendopo rumah dinas Bupati di Jalan WR Supratman Keluruhan Padang Matinggi.
Setelah dirinya menjadi Plt Bupati Labuhanbatu menggantikan Bupati sebelumnya, ia meminta agar mobil ambulance itu diapelkan bersama mobil dinas lain yang merupakan aset Pemkab Labuhanbatu, di lapangan kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Tetapi hal itu tidak dihiraukan.
Karenanya ia mendesak agar Inspektorat segera turun tangan memeriksa persoalan itu.
“Setahu saya, ambulance ini yang paling bagus. Ambulance ini tidak pernah diapelkan saat saya memintanya. Inspektorat tolong supaya diapakan bagian aset” pintanya.
Saat disampaikan pengakuan Kabid Yankes dr. Raja Lontung Ritonga yang menyebut bahwa meskipun mobil ambulance itu milik bidang Yankes namun selama dia menjabat Kabid Yankes mobil itu dikuasai Kabid P2PL Daniel H Manurung dan disimpan dirumahnya, Andi mengaku sudah mendengar bahwa tupoksi bidang-bidang di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) banyak yang dialihkan ke bidang lain bahkan diambil alih pimpinan OPD.
“Tupoksi dibidang masing-masing jangan diambil. Misalnya bidang A diambil ke bidang B. Ada saya dengar poksi bidang ini diambil pimpinannya atau dibidang lain” terangnya.
Andi menambahkan bahwa ambulance itu dibeli dengan uang rakyat sehingga dia tidak mentolerir jika ada pejabat yang menyalahgunakannya. Apalagi sampai ada caleg dari partai politik yang diduga turut memanfaatkannya.
“Ambulance ini dibeli pakai uang rakyat. Saya tidak suka jika disalahgunakan. Saya pun tahu bahwa anaknya pak Manurung ini caleg. Kalau dipakai caleg, asal jangan dibalutnya sajalah mobil ambulance itu” ujarnya.
Peristiwa kecelakaan tunggal yang mengakibatkan hancurnya mobil ambukance itu sudah diakui Kabid P2PL Dinas Kesehatan Daniel H Manurung. Dia membantah bahwa dia dan anaknya menggunakan mobil itu untuk kepentingan pribadi.
“Saya gunakan untuk perjalanan dinas” katanya singkat.
Saat ditanya tujuan perjalanan dinas yang dilakukannya, berapa lama perjalanan yang dilakukan serta berapa orang yang ikut dalam perjalanan dinas itu, Manurung tidak memberi jawaban.
Sementara itu, usai mengalami kecelakaan tunggal dan hancur, belum diketahui dimana keberadaan mobil ambulance itu. Bahkan Kabid Yankes dr. Raja Lontung Ritonga mengaku tidak tahu apa-apa soal itu.
“Setahu saya itu memang milik bidang Yankes. Tapi tidak pernah tahu-tahuan saya masalah mobil ambulance itu. Itu disimpan dirumah pak Manurung. Kabarnya begitu (kecelakaan dan hancur,red) . Tapi saya nggak tahu apa-apa soal mobil itu” akunya.(dian)




Discussion about this post