Setelah 56 tahun akhirnya Indonesia kembali menjadi tuan rumah dalam pagelaran akbar olahraga yang diikuti 45 negara di Asia. Pagelaran olahraga yang diadakan 4 tahun sekali ini mampu memikat antusias warga untuk menyaksikannya.
Pagelaran Asian Games 2018 yang diadakan di Jakarta dan Palembang dianggap mampu meningkatkan perekonomian Indonesia dan mampu mendongkrak pariwisata yang ada di seluruh Indonesia. Seperti halnya dengan Kirab Obor Asian Games yang dibawa keliling Indonesia. Meski hanya kirab obor, namun antusias masyarakat untuk menyaksikan secara langsung kirab tersebut cukup tinggi.
Sepeti yang terlihat di Parapat, Kabupaten Simalungun, Rabu (01/08/2018) acara Kirab Obor Asian Games menjadi suatu hal yang sangat menarik karena obor yang dipersembahkan untuk seluruh masyarakat dan banyak masyarakat yang ingin menyaksikan langsung Obor Asian Games tersebut.
Pawai Obor Asian Games itu diawali dari Pesanggrahan Bung Karno di Parapat, kemudian diarak ke Pelabuhan Pantai Bebas Parapat, lalu menuju Sibaganding melalui jalur air dan kembali ke Pantai Bebas melalui jalur darat.
Untuk bisa melihat api obor yang berasal dari Api Abadi Mrapen, Jawa Tengah itu, masyarakat rela berdesak-desakan. Bahkan, massa telihat memenuhi jalanan mulai dari Sibaganding hingga Pantai Bebas Parapat yang jaraknya sekitar 3 kilometer dan juga di Pantai Bebas Parapat.
Bagi Menejer Ticketing Inasgoc, Sarman Simanjorang, animo masyarakat untuk melihat Obor Asian Games cukup tinggi di Sumatera Utara, terutama di Kabupaten Simalungun. Hal ini dikarenakan, mulai meningkatkan minat masyarakat untuk mengikuti olahraga yang ada di Indonesia.
“Ini bukti bahwa minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan olahraga kita mulai meningkat. Terutama pada pertandingan sepak bola, bulutangkis, voly dan beberapa cabang olahraga lainnya,” ungkap pria kelahiran Sumbul ini.
JR Saragih, Bupati Kabupaten Simalungun mengungkapkan bahwa dengan dilaksanakannya Torch Relay Obor Asian Games 2018 di Parapat, mampu meningkatkan ‘gairah’ pariwisata Danau Toba terkhusus daerah wisata lainnya yang ada di Kabupaten Simalungun.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap tidak ada rasa takut lagi dari masyarakat luas (Wisatawan, red) untuk hadir di Danau Toba, Pemerintah Kabupaten Simalungun dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi sudah membenahi sistem keamanan dipenyebrangan Danau Toba, jadi tidak ada yang perlu dikawatirkan lagi,” ungkap JR.
Dijelaskannya, untuk saat ini Pemerintah sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan baik swasta maupun perusahaan milik pemerintah untuk memberikan bantuan alat bantuan penyebrangan. “Kita sudah bekerja sama dengan pihak perusahaan swasta maupun pemerintah untuk saling bahu membahu memperbaiki sistem keamanan di Danau Toba, kita juga meminta kepada pihak pengusaha angkuta air supaya mengutamakan keselamatan bagi wisatawan agar kejadian serupa (KM Sinar Bangun, red) tidak terulang lagi,” harapnya. (Sawal)




Discussion about this post