“Ini merupakan kunjungan kami yang pertama di Danau Toba. Kami antusias menikmati farmtrip ini. Sangat terkesan dengan keindahan Danau Toba dan budaya dari masyarakatnya. Menara Pandang Tele ini sangat bagus. Udaranya juga sejuk, meski agak dingin. Kulinernya juga luar biasa,” ujar Digital Content Editor Star Media Radio Group Malaysia Shah Shamshiri.
Menjadi satu rangkaian dengan Menara Pandang Tele, wisatawan bisa menikmati Museum Huta Bolon Simanindo. Memiliki nuansa tradisional yang kuat dengan benteng dan tanaman bambu, kawasan ini dahulu juga didiami oleh raja. Hingga kini, Pesta Adat Mangalahat Horbo masih dilestarikan. Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati Tarian Batak Tradisional setiap harinya. Bisa pukul 10.30 atau 11.45 WIB.
Usai menikmati Tarian Batak Tradisional, wisatawan juga bisa manortor bersama. Saat manortor pun lengkap mengenakan kain ulos dan ikat kepala. Sajian berikutnya menikmati Tari Sigale-Gale. Destinasi lainnya adalah Batu Kursi Siallagan. Destinasi ini menjadi gambaran bagaimana hukum adat ditegakan. Di sini, wisatawan juga diberikan simulasi proses eksekusi hukuman mati orang yang dinilai bersalah.
“Karakter dari destinasi Danau Toba ini sangat kuat. Alam dan budayanya luar biasa. Setiap daerah selalu memberikan experience yang berbeda. Untuk itu, saat berada di Danau Toba pastikan destinasi-destinasi tersebut dikunjungi,” ujar Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh.
Bila wisatawan ingin menikmati culture masyarakat Danau Toba secara instan, maka Museum Batak TB Silalahi Center. Ada beragam koleksi terbaik yang dikelompokan menurut arsitektur, aksara dan sastra, karya seni, religi juga upacara adat, hingga peralatan keseharian. Museum ini menyimpan Pustaha Batak yang berisi pengetahuan ramuan obat, umpasa (pantun), dan padan (hukum).
Museum Batak TB Silalahi juga menyimpan Piso Gaja Dompak. Piso Gaja Dompak berupa pedang milik Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII. Ada juga Hasapi yang merupakan alat musik petik tradisional Batak hingga kalender tradisional Parhalan. Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni mengatakan, destinasi Danau Toba sangat siap menyambut wisman direct flight dari Malaysia.
“Destinasi Danau Toba sudah sangat siap menyambut kedatangan para wisatawan. Opsi pilihan di sini pun sangat lengkap. Berbagai sudut budaya dan adat masyarakat diperkenalkan. Hal ini tentu akan memberikan inspirasi bagi wisatawan,” kata Sumarni.
Melengkapi destinasi, Kawasan Danau Toba juga sudah menyiapkan event besar. Pada 2 September, Samosir menggelar Grand Fondo New York Championship Asia. Event ini akan diikuti 1.000 ryder sepeda dari dalam dan luar negeri. Festival musik besar juga siap dirilis di Samosir pada 25 September nanti. Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, destinasi Danau Toba menjadi terbaik.
“Destinasi Danau Toba ini sangat kaya. Semua yang terbaik ada di sana. Selalu memberikan inspirasi dengan beragam budaya yang ditawarkan. Dengan kekuatan alam dan budayanya, rute internasional langsung dari Malaysia ini akan ramai,” tutupnya. (***)




Discussion about this post