Bangkai binatang besar bertaring ditemukan warga di tepi pantai di Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Kamis (28/06/2018) lalu. Diduga bangkai hewan tersebut merupakan bangkai binatang Walrus yang hidup di Kutub Selatan atau Antartika.
Penemuan bangkai binatang ini membuat heboh warga di sekitaran Pantai Nias Barat.
Pasalnya, banyak warga menduga bahwa bangkai binatang itu adalah bangkai Paus karena ukurannya sekitar 10 meter dan lebar 1 meter.
Seperti yang dikutip dari Tribunnews.com, ahli Zoologi Erni Jumilawaty menyatakan bahwa hewan tersebut adalah seekor Walrus (Odobenus rosmarus).
Walrus adalah hewan yang berdomisili di daerah Kutub Selatan atau Antartika dan diperkirakan Walrus itu terpisah dari kelompok dan terdampar ke Samudera Hindia menuju Kepulauan Nias.
“Walrus ini adalah hewan khas dari Kutub Selatan Antartika dan diperkirakan terbawa arus laut dari Samudera Hindia menuju Kepulauan Nias,” kata jelasnya kepada Tribunnews.com, Selasa (3/7/2018).
Erni menjelaskan bahwa saat video amatir tersebut dilihat, awalnya dirinya menduga bahwa hewan tersebut seekor Ikan Paus. Namun, setelah diperhatikan lebih detail lagi ternyata hewan tersebut bertaring. Karena sempat mencurigai ada dua ya, Paus dan Walrus.

“Ternyata setelah diteliti lagi, Paus tidak memungkinkan karena dari kepalanya sendiri itu kepala Paus cenderung smooth, sedangkan Walrus dia nampak lebih menunjukkan ciri mamalianya kalau dibandingkan dengan Paus,” ujarnya.
“Taringnya itu keluar dua dari daerah mulut jadi menurut saya berdasarkan hasil yang saya lihat dari gambar itu cenderung ke Walrus jadi bukan kelompoknya Paus,” ujar Erni.
“Saya enggak yakin ini milik Nias asli tapi kalau dia dalam bentuk kelompok kemungkinan saya agak sedikit curiga memang bisa ditemukan di daerah Nias karena kebetulan Nias adalah laut lepas.
Karena laut lepas dia bisa didatangi dari banyak makhluk dari daerah lain,” jelas Erni.
Pakar Zoologi ini mengungkap bahwa daerah Nias bukan merupakan tempat dari kelompok Walrus tersebut. Hanya saja, menurutnya karena daerah Nias merupakan laut lepas. Erni menghimbau kepada masyarakat agar menjauhi bangkai dari Walrus tersebut, karena bisa terinfeksi penyakit.(Sawal)




Discussion about this post