Bukan seberapa banyak track record yang sudah dilalui, tapi dalam hal ini aku benar-benar mengerti “Ikhlas Ruh-Nya Dakwah”
Hari ini benar mencetak sejarah baru dalam hidup, bahwa dakwah tidak harus seberapa amplop yang kita terima,tapi tentang dimana mewakafkan diri untuk umat, bisa bermanfaat untuk umat.
Salut, dan benar-benar keren.
Itulah yang terngiang dan terbenak dikepala saat menemani beliau Raden Ahmad Affandi Roadshow di Siantar dan Simalungun hari ini.
Biasa, Aku adalah orang yang paling kritis dalam berfikir terlebih karakterku Intuiting Extrovert, aku suka membantah jika itu tak sesuai dengan isi kepalaku, tapi berbeda kali ini. Dalam perbincangan yang hangat aku lebih banyak diam dan menelaah bahwa yang dikatakan Kiyai itu benar.
Dalam perjalanan, aku sendiri perempuan.
Bukan berarti tidak menjaga hijab (batasan) aku mengajak adikku si Bungsu, selain menghindari fitnah, aku mengajak si Bungsu karena aku juga ingin ia Berdakwa sepertiku, meskipun tidak dipanggung. Tapi katanya aku sering merepet-repet dirumah. Terlebih waktu subuh, yang diingat si Bungsu adalah repetan Ibu tiri, karena kami memang tidak punya Ibu lagi (Meninggal) jadi akulah yang berperan penting dirumah karena memang juga anak perempuan satu-satunya dan paling besar pula, salah satu tanggung jawab moral, So KPK be a field of reward for me, let alone Dakwah in the family ✨✨
Menyurutkan semangatku? Tidak. Justru akulah orang yang sangat penasaran.
Aku sangat menikmati ritme perjalanan hari ini, Syahdu dan Menenangkan. Disela waktu istirahat, Kiyai bergurau bercanda ria bersama kami. Padahal baru sekali bertemu, tapi sudah seperti keluarga, sosoknya humble dan ramah tamah membuat aku berfikir.
“Ini Ustad gokil juga”
Begitulah gumamku dalam hati, aku meliriknya sinis, mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulutnya ternyata benar. Pemikiran kami seirama seperti lagu dangdut tapi lupa judulnya.
Ini diluar Ekspetasi-ku, kekaguman yang sangat luar biasa.
Sekelas Ustad yang bener-bener berkelas, tapi mampu berbaur sama kacang kulit seperti aku ini. Tidak banyak request, makan apa aja mau. Bahkan perjalanan Roadshow sebelum ke Siantar ia Mandi di Pom Bensin karena sangkin merakyatnya pada umat, mulutku ternganga mataku melotot tak menyangka saat membaca pesan whatsapp Korda KPK (Komunitas Pendakwah Keren)
Se-Sederhana itu?
Gumamku lagi, baahhh.
Gilaaa, ini Ustad bener-bener keren.
Gak salah dia punya wadah beginian (KPK)
*) Bersambung




Discussion about this post