Duka mendalam menyelimuti keluarga dan kerabat yang ditinggalkan almarhum Lulu Fernando Sidauruk (16) warga Huta II, Nagori Silau Malela, Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun.
Pria yang masih berstatus pelajar itu meninggal dunia setelah tertimpa pohon sawit pada Minggu (3/5) sekitar pukul 14.00 WIB di Afd III Kebun Bangun, Nagori Silau Malela Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun.
Informasi dihimpun, siang itu hujan deras mengguyur wilayah Simalungun dan sekitarnya. Di mana saat itu Fernando sedang menggembala sapi bersama Hamdalika Sidauruk (13) dan Bani Jonatan Purba.
Berlindung dari guyuran hujan, ketiganya pun berteduh di salah satu pohon sawit yang ada di kebun itu. Dalam kondisi hujan dan angin kencang, tetiba terdengar suara patahan batang kayu.
Menyadari pohon sawit tempat mereka berteduh patah diterjang angin, mereka pun berusaha menghindar dan menyelamatkan diri.
Hamdalika dan Jonathan berhasil menghindar, namun naas bagi Fernando, ia tertimpa pohon sawit yang tumbang dan meninggal dunia di lokasin kejadian.
Kapolsek Bangun AKP Banuara Manurung, melalui Humas Polres Simalungun menyampaikan, polisi yang tengah melakukan kegiatan sambang mendapatkan informasi tentang adanya anak meninggal karena tertimpa pohon sawit tumbang itu dan mendatangi TKP.
Selanjutnya jenzah Fernando dievakuasi oleh warga dan dibawa pulang ke rumah opunggnya, Klara Purba di Huta II, Nagori Silau Malela, Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun dan disemayamkan di rumah duka.
Selanjutnya atas kesepakatan antara keluarga dan Pemerintah Nagori, jenazah Fernando akan dikebumikan esok Senin (4/5/20) agar tidak mendatangkan orang banyak.(rel-vay)




Discussion about this post