Sempat dibiarkan bebas dengan pertimbangan kedua anaknya masih balita, Efa Kartika boru Harahap (36), akhirnya ditahan penyidik unit PPA Sat Reskrim Polres Siantar, Kamis (10/5) malam.
Wanita tinggal di Jalan Sadum, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat ini, ditahan akibat korbannya Vera Simanjuntak (34) komplen dan ribut dengan penyidik Polres Siantar tanpa alasan yang jelas, sempat tidak melakukan penahanan terhadap Efa.
Dia ditahan karena akibat ulahnya menyiram punggung korbannya Vera pakai kua lontong panas baru mendidih, mengakibatkan punggung Vera melepuh, Kamis (3/5) lalu.
Salah satu penyidik unit PPA Sat Reskrim Polres Siantar Bripka New Frans Panjaitan ditanyakan, Jumat (11/5) sekira jam 13.00 wib, membenarkan pelaku Efa Kartika boru Harahap, telah ditahan sehubungan kasus penganiayaan terhadap korban Vera tinggal di Jalan SM Raja, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.
“Memang sempat nggak ditahan atas jaminan suami, dan pertimbangan kedua anaknya masih kecil.Tapi semalam pelaku Efa ditahan karena keluarga korbannya Vera komplen.”ucapnya singkat.
Sementara Asran Nasution mengatakan, tak menyangka istrinya Efa akhirnya ditahan, lantaran kasus penganiayaan terhadap korbannya Vera yang disiram pakai kua lontong panas sehingga punggung korban Vera melepuh.
“Atas jaminan penyidik kemarin itu istriku Efa tak ditahan.Semalam istriku Efa ditelepon datang ke Polres.Kami kira hanya wajib lapor saja.Tapi justru istriku Efa langsung ditahan bang.”tukas Asran saat datang ke Polres Siantar.
Asran mengakui kalau istrinya Efa tak ada berniat melukai korban Vera saat datang kerumahnya, untuk menagih kunci rumah yang belum habis masa kontraknya tinggal 4 bulan lagi.
Hanya saja istrinya Efa duluan diperlakukan secara kasar sama korban Eva dan kakaknya sewaktu ribut mulut, sehingga istrinya Efa emosi menyiram punggung korban Efa pakai kua lontong baru mendidih.
“Dikeroyok istriku lalu baju ditarik-tarik sampai koyak, makanya emosi dan menyiram Vera pakai kua lontong.Saya sendiri sudah upaya menjumpai korban Vera untuk berdamai.Tapi korban Vera tetap ngotot tak mau berdamai.Kasihan kedua anak saya masih kecil bang.”tegasnya.
Seperti pemberitaan, Kamis (3/5) tadi sekira jam 07.00 wib, dia dengan adiknya Vera dengan boncengan naik kereta, pergi menjumpai boru Harahap yang belakangan ini tinggal di Jalan Sadum, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat.
Maksud dia dan adiknya Vera menjumpai boru Harahap hanya meminta kunci rumah kontrakan.”Kami hanya mau membersihkan rumah, dan lagian barang-barang milik boru Harahap telah diangkati jauh belakang hari.”tukas kakaknya R.boru Simanjuntak.
Ketika kunci rumah kontrakan ditagih, boru Harahap yang berjualan lontong ini, tetap saja tak bersedia menyerahkan kunci rumah.Boru Harahap terus saja mengomel, dan mengancam adiknya Vera akan disiram pakai air kua lontong.
Tapi adiknya Vera tak takut, lalu terus meminta boru Harahap supaya menyerahkan kunci rumah.Disaat adu mulut, tiba-tiba saja boru Harahap menyiramkan air kua lontong panas baru mendidih ke arah adiknya Vera sampai menjerit kesakitan.
Akibatnya punggung adiknya Vera melepuh karena tersiram air kua lontong yang baru mendidih.”Posisiku membelakangi adikku Vera saat disiram kua lontong mendidih.Kepalaku juga kena siraman kua lontong.”jelas boru Simanjuntak.
Sementara Vera mengakui, sewaktu adu mulut langsung disiram pakai air kua lontong baru mendidih sama boru Harahap.Padahal dia datang hanya menagih kunci rumah kontrakan.
“Nggak punya otak boru Harahap itu bang.Aku hanya menagih kunci rumah.Sudah bolak balik aku datang menjumpainya.Inilah tadi disiram pakai air kua lontong baru mendidih.Tolong kak kipasin dulu.Panas kali kak.”sambung Vera meringis kesakitan.(Ridho Harahap)




Discussion about this post