Kebiasaan yg selalu terjadi antara kamu dan anak2 saat berpamitan mau pergi kerja.
“Pergi ya ma, pergi ya” katamu dr pintu ke arahku dan inang
“Iya hati2 lah di jalan”kata inang
Waktu itu sekitar jam 12:50 saat kamu berpamitan pada kami.
Bagai di sambar petir dan serasa mimpi, sekitar satu jam kemudian pukul 2 siang, 4 orang polisi membawa kabar kepergianmu di kantor. Aku berteriak sekencang mungkin tak percaya. Sampai pada akhirnya aku dipertemukan di rumah sakit denganmu yg sudah terbujur kaku dan bersimbah darah dgn baju yg sama saat kau antar aku tadi mengurus sim, akupun belum sempat mengganti baju yg kupakai pergi tadi.
Saat itu, aku baru percaya kamu telah pergi meninggalkanku untuk selamanya tapi aku belum bisa menerima kenyataan ini bahkan tidak menerima yang mereka beritakan tentang caramu pergi karena polisipun belum memberitahuku sampai sekarang apa yg sebenarnya terjadi. Biar Tuhan lah yang mengetahui dan menunjukkan kasih dan kuasaNya pada kami yg kamu tinggalkan.
Amang bertanya padaku sore itu di rumah sakit,
“kapan kita kuburkan bapak pauline nak?”
Jawabku saat itu,
“jangan cepat2 amang. Besok ulang tahunku, ijinkan aku menghabiskan hari ulangtahunku yg terakhir bersamanya” kamipun kembali larut dalam tangis dan kesedihan.
Setelah menunggu lama, akhirnya kau diantar ke rumah tepat di tanggal 14 Februari jam 5 pagi oleh polisi dan ambulans.
Tahun lalu, kue ulang tahun yg kau bawa masuk dr pintu memberikan kejutan kecil untukku. Kali ini, jenazahmu di dalam peti yg mereka bawa masuk dr pintu sbg kejutan untukku.




Discussion about this post