Bupati Tapanuli Utara menghadiri festival Lokakarya 7. Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumut. Melalui Dinas Pendidikan Tapanuli Utara menfasilitasi kegiatan lokakarya 7, Sabtu (15/4) Gedung Sopo Partokoan Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.
Pengajar Praktik Saut Panjaitan menyampaikan program pendidikan Guru Penggerak angkatan 6 telah menyelesaikan semua paket modul dan Calon Guru Pendidik serta membuat dan meng-upload aksinya di setiap sekolah penggerak. Jumlah Guru Penggerak di kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 110 orang sampai angkatan 6.
Dengan tema ” Panen Hasil Belajar ” Calon Guru Penggerak (CGP) dapat difungsikan sebaik-baiknya disekolah penggerak. Bapak Bupati Tapanuli Utara Terima Kasih telah meluangkan waktu pada kesempatan kegiatan hari ini. Terima kasih juga bapak telah memfasilitasi kegiatan lokakarya 7 dan memberi perhatian serius pada dunia pendidikan. Besar harapan kami menitip para Guru Penggerak kepada pendamping selalu mendampingi mereka melaksanakan fungsi dan tugasnya lebih baik” Ucapnya.
Laporan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taput Bontor Hutasoit menyampaikan berdasarkan laporan Surat Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Nomor : 0518/07/.1/GT.00.08/2023.Menugaskan Pengajar Praktik dan Calon Guru Penggerak Angkatan 6 untuk melaksanakan dan mengikuti kegiatan Lokakarya 7 tersebut.Seluruh biaya kegiatan dibebankan pada DIPA BBGP Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2023, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku mengacu pada PMK Nomor 113/PMK.05/2012 tentang perjalanan dinas dan PMK Nomor 83/PMK.02/2022 tentang Standar Biaya Masukan tahun anggaran 2023. Kegiatan Lokakarya 7 Program PGP Angkatan 6 dilaksanakan dengan
tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah Daerah setempat.
Kata Sambutan Balai Besar Guru Penggerak Dr,Joko Ahmad Julifan,M.Si mengatakan sangat bangga dapat mendapat di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Dengan adanya kegiatan ini dapat hadir dan bertemu dengan guru-guru hebat disini.Adapun kegiatan Guru penggerak program kementerian pendidikan. Sekolah penggerak upaya mewujudkan Indonesia maju. Berdaulat,mandiri, menciptakan nyaman kepribadian bagi siswa.
Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa dan karakter yang diawali dengan SDM. Penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya menjadi sekolah penggerak akan mengakselerasi sekolah dengan bertahap. Sehingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak. Indonesia masih 6 provinsi mendapat peluang sekolah penggerak termasuk Sumatera Utara. Berdasarkan peraturan ada wewenang Kepala Daerah Bupati Tapanuli Utara untuk mengangkat Kepala Sekolah di sekolah penggerak,”paparnya.
Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan kata sambutannya menyampaikan Kepala sekolah dan Guru Penggerak harus terlebih dahulu mengajarkan Pancasila. Dimana makna isi dalam Pancasila? Sangatlah penting bagi siswa. Jangan pernah lupa pada sejarah. Menciptakan karakter, moral, dan bhineka pada diri siswa.
” Pusat itu seharusnya turun kebawa melihat kondisi daerah. Setiap daerah punya cita-cita untuk memajukan SDM. Kabupaten Tapanuli Utara memiliki visi dan misi. Apalagi Kabupaten Tapanuli Utara memiliki agraris sektor pertanian. Orang Batak punya prinsip
” Anakhon Ki do Hamoraon Di Au”. Pemerintah Pusat memberikan wewenang terbatas. Apalagi sekarang SMA dan SMK sudah wewenang provinsi. Kabupaten Tapanuli Utara selalu berusaha menciptakan SDM dan pertanian yang luas berdampingan infrastruktur jalan. Sebelumnya infrastruktur belum tuntas,lampu tidak masuk. Tapi,sekarang dengan bertahap masyarakat dapat merasakannya.” Ucapnya.
Kabupaten Tapanuli Utara memiliki cita-cita. Terutama perlunya pendirian universitas untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi dan sumber daya manusia dalam rangka percepatan pembangunan. Adanya program Pendidik Guru Penggerak (PGP) disekolah penggerak menciptakan anak didik memiliki karakter bisa menjadi berguna ditengah masyarakat. Terutama siswa punya moral didasari makna-makna dasar dari Pancasila.” Paparnya.(Friska)


Discussion about this post