Proses pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh Damanik di Tanah Lapang Haji Adam Malik Pematangsiantar dihentikan untuk mencegah terjadinya bencana sosial.
Hal ini disampaikan Budi Utari Siregar selaku Sekda Kota Pematangsiantar pada Jumat (7/12) sore di hadapan sejumlah demonstran GAMIS di depan Balaikota dengan membacakan surat penghentian kontrak kerja.
Sekda menyampaikan mewakili Walikota dalam menerima demonstran yang menyampaikan aspirasi. Menjawab pernyataan yang dilontarkan oleh demonstran bahwa proses pembangunan dan pengerjaan Tugu yang masih berlangsung, Sekda menyampaikan pihaknya meminta kepada panitia merapikan lokasi.
“Menjawab tadi ada pertanyaan bahwa pengerjaan masih berlangsung, kita mintakan kepada penyedia untuk merapikan lokasi. Tidak ada lagi progres yang bertambah setelah keluar surat ini tidak ada lagi progres yang bertambah. Atas perhatiannya, atas saran-sarannya nya, sehingga apa yang kita harapkan bersama bisa terlaksana dengan baik.Titip salam Pak Wali buat kita semua,” ujar Sekda.
Selanjutnya Samsudin Harahap dari GAMIS meminta fakta real yang dapat menjadi pegangan mereka tentang penghentian proses pengerjaan tersebut. Sekda pun membacakan surat penghentian kontrak dan pengerjaan Tugu Raja Sangnaualuh Pematamgsiantar yang sudah dilayangkan kepada CV Askonas Konstruksi Utama.
“Mempertimbangkan, adanya penolakan pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh Damanik berupa penyampaian surat dan unjuk rasa kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar. Melalui rapat yang dihadiri Forkomimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan tokoh adat pada Senin 3 Desember pukul 8.30 WIB di Gedung Serbaguna Bapeda Kota Pemtangsiantar dan disimpulkan pada prinsipnya, seluruh masyarakat menginginkan kondusifitas kota Siantar tetap terjaga,” bacanya.
Dilanjutkannya kembali “Dan mengaharapkan pemerintah kota arif dan bijaksana dalam menyikapi dinamika yang terjadi atas pembangunan Tugu Raja Sangnaualuah. Laporan kondisi lapangan terhadap pembangunan monumen Raja Sangaualuh di Lapangan Haji Adam Malik Kota Pematangsiantar yang dikeluarkan. Yang menyimpulkan belum sinkronnya pendapat dari ahli waris perihal pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh, dan situasi ini berpotensi terjadinya bencana sosial yang berdampak terhadap kerukunan toleransi bermasyarakat …dan seterusnya ” demikian dibacakan Sekda.
Mendapat jawaban tersebut, GAMIS pun selanjutnya bersalaman dengan Sekda yang didampingi Plt Kadis Pariwisata, Drs Pardamean Silaen dan PPK dari Dinas PUPR Siantar. Aksi berjalan damai, massa selanjutnya membubarkan diri.(vay)


Discussion about this post