Huria Kristen Indonesia Protestan (HKIP) resmi membuka Sinode ke-15 di Gereja HKIP Agape, Jalan Pisang, Kota Pematangsiantar, Kamis (22/10/2026). Mengusung semangat sehati sepikir, agenda gerejawi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, memperbarui pelayanan, serta meneguhkan komitmen gereja dalam menjalankan panggilan iman.
Pembukaan sinode berlangsung lancar dengan dihadiri para peserta dan unsur panitia. Bishop HKIP, Pdt. Lindu Tambunan, S.Th., M.M., secara resmi membuka kegiatan dengan pemukulan gong setelah menyampaikan pesan kepada seluruh peserta.
Ketua Panitia, Pdt. Tarida Siregar, S.Th., menegaskan bahwa Sinode ke-15 HKIP bukan sekadar agenda organisasi, melainkan kesempatan untuk merawat kebersamaan dan memperkuat pelayanan gereja.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan tulus sehingga pelaksanaan sinode dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, sinode diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menyatukan langkah, serta membawa HKIP semakin dekat pada kehendak Tuhan.
Bishop HKIP, Pdt. Lindu Tambunan, S.Th., M.M., turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta sekaligus mengapresiasi kerja keras panitia dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.
Dalam pesannya, Lindu menekankan bahwa sinode tidak semestinya hanya dipandang sebagai forum untuk memilih pemimpin. Lebih dari itu, sinode merupakan kesempatan bagi seluruh elemen gereja untuk bersama-sama mencari kehendak Tuhan demi pertumbuhan dan kemajuan pelayanan HKIP.
“Sinode ini bukan hanya forum memilih pemimpin, tapi kesempatan bersama mendengar kehendak Tuhan untuk pertumbuhan HKIP yang kita cintai,” ujarnya.
Sehati Sepikir sebagai Landasan Pelayanan
Sinode ke-15 HKIP mengangkat tema yang bersumber dari Filipi 2:2, yakni “Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan.”
Tema tersebut menekankan pentingnya kesatuan hati, kasih, dan tujuan dalam kehidupan bergereja. Perbedaan pandangan diharapkan tidak menjadi penghalang bagi persaudaraan, melainkan menjadi bagian dari dinamika yang dikelola melalui sikap saling menghargai dan kerendahan hati.
Sementara itu, subtema sinode mengajak seluruh peserta untuk menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, serta membangun kehidupan yang dilandasi kerendahan hati agar HKIP dapat terus menjadi berkat di mana pun berada.
Melalui pelaksanaan Sinode ke-15 ini, HKIP diharapkan mampu memperkuat fondasi persatuan sekaligus menghasilkan langkah-langkah pelayanan yang relevan dengan kebutuhan jemaat dan tantangan zaman.
Semangat sehati sepikir pun diharapkan tidak berhenti sebagai pesan dalam forum sinode, tetapi diwujudkan dalam kehidupan bergereja melalui kerja sama, kasih, dan komitmen bersama untuk melayani Tuhan serta sesama.


