Tiga orang anak menjadi korban dalam kecelakaan beruntun yang terjadi pada Kamis (19/11) pagi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Siantar -Perdagangan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Sinmalungun, Sumatera Utara.
Ketiga anak yang merupakan saudara kandung seibu sebapak dari pasangan suami istri Dedi Sidabutar dan Ruliana boru Gultom yang jadi korban itu yakni Viona Sidabutar (sisiwi kelas 2 Sekolah Dasar, Amsal Sidabutar (6) TK Immanuel, dan Gibran Sidabutar yang masih berusia empat tahun.
Tiga anak itu meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara oppungnya Hotdiman Sidabutar (58) Simpang Kalang, Dusun 4, Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar meninggal saat mendapatkan pertolongan medis di Rumah Sakit Vita Insani, Pematangsiantar.
Informasi diperoleh dari Linceria Silalahi (48) kerabat keluarga korban yang tinggal tak jauh dari rumah mereka saat ditemui di Unit Forensik dan Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar menyebutkan ketiga anak itu meninggal saat dibonceng oppungnya naik sepedamotor.
“Bapaknya stroke di rumah, dua anak itu dijemput pulang sekolah, dan yang paling kecil memang ikut dari rumah saat menjemput abang dan kakaknya,” terang Linceria.
Lebih lanjut disampaikan lince, biasanya anak itu pulang sekolah dijemput dengan mobil, namun entah mengapa pagi itu dijemput dengan sepedamotor.
“Biasanya dijemput naik mobil, tapi entah kenapa pagi tadi dijemput naik kereta (sepedamotor -red). Baru ulang tahun ke enam itu si Amsal,” kata Lince.
Pangulu (Kepala Desa) Nagori Dolok Marlawan, Janer Simarmata yang datang ke Unit Forensik dan Instalasi Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) juga menerangkan kepada Newscorner.id bahwa empat orang yang meninggal dalam kecelakaan tersebuta dalah warganya.
Disampaikannya, Hotdiman Sidabutar adalah pensiunan TNI yang terakhir aia ketahui bertugas di Kodim 0207 Simalungun.
“Ya mereka warga Dusun 4 Simpang Kalang Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar. Oppungnya pensiunan TNI dari Kodim, kalau bapak anak-anak itu uda empat tahun sakit stroke di rumahnya,” terang Janer Simarmata.
Ada 5 orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalaulintas itu, satu orang korban lainnya, Charles Sianipar, Warga Rambung Merah, Kabupaten Simalungun. Sementara itu sejumlah korban lainnya alami luka-luka hingga harus dirawat di rumah sakit.
Kecelakaan maut itu terjadi Kamis (19/11) sekitar pukul 10.00, diduga dipicu rem blong Truk Fuso dengan nomor polisi BM 8238 ZU yang menabrak angkot dan sepedamotor yang juga melintas di jalan yang sama. Unit Kecelakaan Satlantas Polres Simalungun masih menangani kasus kecelakaan tersebut.


Discussion about this post