Kehangatan persaudaraan antardaerah mewarnai kedatangan Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, beserta rombongan di Provinsi Gorontalo.
Setibanya di Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo, Jumat (19/6/2026), rombongan Bupati Simalungun disambut langsung oleh Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. Gusnar Ismail, M.M., dalam suasana penuh keakraban dan penghormatan.
Kehadiran Bupati Simalungun di Gorontalo merupakan bagian dari agenda mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026, yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026.
Namun, penyambutan tersebut tidak sekadar seremoni kedatangan. Bupati Anton bersama rombongan juga mengikuti prosesi adat Gorontalo “Mototilolo”, sebuah tradisi penghormatan bagi tamu kehormatan yang diterima oleh masyarakat Duluwo Limo Lo Pohalaa sebagai simbol restu memasuki wilayah Provinsi Gorontalo.
Prosesi adat berlangsung khidmat. Nuansa budaya, persaudaraan dan keramahan masyarakat Gorontalo berpadu dalam penyambutan tersebut, menciptakan kesan mendalam bagi rombongan dari Kabupaten Simalungun.
Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. Gusnar Ismail, M.M., menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bupati Simalungun beserta rombongan. Ia berharap kehadiran delegasi Simalungun tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian PENAS Petani Nelayan, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi penguatan hubungan antardaerah.
Menurutnya, pertemuan tersebut dapat menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian, perikanan serta pembangunan pedesaan.
Sementara itu, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan masyarakat setempat.
Bagi Anton, penyambutan adat Mototilolo memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar prosesi seremonial. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus cerminan kuatnya nilai persaudaraan yang dijunjung tinggi masyarakat Gorontalo.
“Kehadiran kami di Provinsi Gorontalo untuk mengikuti Pekan Nasional Petani Nelayan XVII Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antardaerah, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Anton.
Ia berharap hubungan baik antara Kabupaten Simalungun dan Provinsi Gorontalo semakin erat, tidak hanya dalam hubungan pemerintahan, tetapi juga melalui kerja sama dan pertukaran pengalaman yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan membuka peluang kerja sama yang mampu mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Penyambutan Bupati Simalungun melalui tradisi Mototilolo pun menjadi catatan tersendiri dalam kunjungan tersebut—sebuah perjumpaan antardaerah yang tidak hanya membawa agenda pembangunan, tetapi juga mempertemukan nilai budaya, penghormatan dan semangat persaudaraan dalam satu ruang kebersamaan.



