Febrianto Laoli, Siswa SMP Negeri 1 Sibolga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada di Jalan Com Yos Sudarso, Kelurahan Kota Beringin, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Minggu (10/9/2023) pagi.
Anak dari Yoeli Laoli (49) warga Jalan Kakap, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara itu hanyut saat mandi-mandi bersama teman-temannya di kawasan Dermaga Pelabuhan Lama Sibolga.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian dalam hal ini Polres Sibolga, bahwa korban bersama dengan tujuh temannya sepulang sekolah datang ke kawasan Dermaga pada Sabtu (9/9/2023), sekitar pukul 13.00 WIB, lalu setibanya di lokasi, mereka mandi-mandi di laut, naas korban Febrianto Laoli tenggelam.
Menurut keterangan Renaldi Farhat Hutapea teman korban, bahwa korban tiba-tiba tenggelam. Dia pun berusaha menyelamatkannya tetapi korban yang panik membuatnya juga terperangkap di dalam air.
Renaldi pun berusaha agar korban melepaskannya supaya bisa mengambil nafas kepermukaan. Tetapi saat ia mencoba kembali ke kepermukaan air dan hendak memegang tangan korban, korban sudah terbawa oleh arus Dermaga dan hanyut.
“Awalnya Renaldi Farhat Hutapea dipanggil oleh temannya Frans Hutauruk yang memberitahukan bahwa korban Febrianto tenggelam. Renaldi pun berupaya menolong korban. Karena korban dalam kondisi panik justru menarik Renaldi dan menekan korban ke dasar air. Renaldi pun berusaha untuk mengambil nafas ke permukaan,” terang Kapolres Sibolga melalui Kasi Humas Iptu Suyatno, Minggu (10/9/2023).
Setelah Renaldi mengambil nafas dan kembali untuk menolong, korban sudah dibawa arus Dermaga.
Kasus hanyutnya siswa pelajar ini pun disampaikan ke pihak kepolisian. Polres Sibolga bersama dengan TNI, BPBD, Basarnas dan Masyarakat langsung melakukan pencarian, namun belum berhasil ditemukan.
Minggu (10/9/2023) sekitar pukul 06.15 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi telungkup di dasar laut.
Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD Sibolga, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Orang tua korban pun sudah membuat surat pernyataan bahwa kematian putranya murni karena tenggelam.
Usai pemeriksaan dari RSUD Sibolga, Jenazah korban pun diserahkan kepada kedua orang tuanya untuk disemayamkan. Kasus seperti ini sudah sering terjadi di kawasan Pelabuhan Lama Sibolga, dan imbauan sudah terus dilakukan. Namun karena minimnya pengawasan terkhusus dari orang tua maupun keluarga, sehingga kasus serupa masih sering terjadi. (*)

