Sebanyak 70 peneliti yang tergabung dalam Pusat Unggulan IPTEK (PUI) dari beberapa lembaga riset dan pengembangan, Senin (22/10/2018) melakukan FGD Pusat unggulan IPTEK (PUI) klaster mitigasi bencana dalam rangka memitigasi potensi keterjadiannya di gedung serbaguna BMKG.
Bergabungnya Lembaga-lembaga riset dan pengembangan dalam PUI Klaster Mitigasi Bencana diantaranya BMKG, Lapan, LIPI, BPPT, KLHK dan BMKG ditunjuk sebagai Koordinator, bertujuan untuk meningkatkan sinergi upaya riset dan pengembangan, untuk saling melengkapi, meminimalisasikan duplikasi, mengefisiensikan sumber daya dan menghilangkan tumpang-tindih dan keberulangan.
Upaya PUI untuk menghasilkan end product dalam mendukung mitigasi bencana diinisiasi dengan disusunnya sistem klaster mitigasi bencana.
Klaster mitigasi bencana diharapkan menghasilkan capaian-capaian yang keberadaannya terbagi menjadi 4 simpul sinergi, yaitu: – Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Koordinator Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah (PTPSW) – BPPT) – Mitigasi Bencana Hidrometeorologi (Koordinator Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPPTPDAS) – KLHK) – Mitigasi Bencana Geologi (Koordinator Puslitbang BMKG – BMKG) – Naskah Akademik Kebijakan Perubahan Iklim (Koordinator Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI- – KLHK)
Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG dari tanggal 22-23 Oktober 2018 diharapkan memperoleh Luaran Luaran sehingga tersedianya: Proposal penelitian Mitigasi Bencana Hidrometeorologi; Proposal penelitian Mitigasi Bencana Geologi; Proposal penelitian Kebakaran Hutan dan Lahan; dan Naskah akademik Kebijakan Perubahan Iklim.(rel)




Discussion about this post