Kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram menghilang di sebagian Kecamatan di Kabupaten Simalungun. Dampaknya, warga kelimpungan mencari gas elpiji ukuran 3 kg ini di sejumlah warung pengecer.
Seperti ungkapan Sariman (67) warga di Simpang Serapuh Bangun 13, Desa Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Jumat (28/9) sekira pukul 17.30 WIB.
Seminggu ini, dirinya kelimpungan mencari gas elpiji ukuran tiga kilogram. Bahkan, untuk mendapatkannya, Pak Sariman tak segan segan merogoh kocek sampai Rp 25.000 per tabungnya.
“Sudah seminggu tabung gas ukuran 3 kilogram menghilang di pasaran. Harga per tabung gas mencapai Rp 25.000. Kami sudah mencari ke seluruh warung di Kecamatan Gunung Malela. Sampai ke agen juga sudah kami cari, mereka mengatakan bahwa gas elpiji susah di dapatkan,”Ungkap Pak Sariman.
Hal senada juga ditambahkan Toing (58) warga Kecamatan Jawa Maraja, semenjak kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram dalam sepekan ini, istrinya harus rela menggunakan kayu bakar untuk memasak.
“Seminggu ini, orang rumah memasak dengan kayu bakar lah bang. Harga per tabung elpiji mencapai Rp 25.000 sampai Rp 30.000. Sudah mahal, tabung gas langka. Kalau ada, mending lah bang, mahal pun kita bayar, “Ucapnya.
Di lokasi terpisah, kelangkaan tabung gas ukuran tiga kilogram juga dialami Misnun (35) Warga Desa Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Akibat kelangkaan gas elpiji, dirinya harus mencari kayu bakar.
“Semenjak kelangkaan tabung gas elpiji ukuran 3 kg, saya harus cari kayu bakar lah bang. Isteri dan anak mau makan apa di rumah. Beli tabung gas elpi ukuran 12 kg, saya tak mampu bang. Kalau begini seterusnya, bagaimanalah nasib keluarga saya,”Ujarnya lesu.
Ketika awak media menyambangi warung pengecer gas elpiji, MS (45) di Desa Senio, Kecamatan Gunung Malela, menurutnya kelangkaan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram telah berjalan satu minggu. Bahkan, dirinya bingung, mengapa gas elpiji tidak disalurkan agen.
“Bingung saya bang, seminggu ini, gas ukuran tiga kilogram tidak di salurkan ke warung. Kondisi saat sekarang, warga menggunakan kayu bakar untuk memasak. Harga eceran dari agen per tabung Rp 18.000. kalau kami menjual seharga Rp 25.000 per tabung,”Jelasnya.(TURNIP)




Discussion about this post