Seorang ibu menangis di tepi Danau Toba. Pasalnya uang belanja buat kebutuhan lima anaknya sudah habis ditaruhkan suaminya ke mesin judi jackpot.
Disaat kondisi ekonomi sedang sulit dengan minimnya wisatawan yang datang. Ibu lima anak yang sehari hari berprofesi sebagai pedagang kacang keliling ini harus berjuang mencari hutangan. Belum lagi cicilan ke rentenir yang sebelumnya ia pinjam untuk keperluan dua anaknya masuk sekolah.
Selain narkoba dan miras , judi memang salah satu penyakit masyarakat yang sangat meresahkan serta merusak sendi-sendi perekonomian rumah tangga. Belum lama ini , sejumlah mesin jackpot mulai mengisi beberapa warung yang ada di Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun.
Mesin judi jackpot ini tersebar dari Dusun Sualan di Nagori (Desa) Sibaganding, Simpang 4 Parapat, Tigaraja hingga ke Ajibata, Kabupaten Tobasa.
Namun sayangnya, meski merugikan dan meresahkan serta melanggar hukum. Bisnis judi ini tumbuh subur bak jamur di musim hujan.
Pun disebut-sebut mesin judi ini dimasukkan dan dikordinir oleh oknum polisi. Meski kebenarannya masih terus ditelusuri oleh tim.
Jika informasi tentang keterlibatan oknum tersebiut benar, maka sangatlah disayangkan. Bukannya memberantas penyakit masyarakat, malah meracuni dengan judi jackpot.
Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Poltak Simbolon yang dihubungi lewat komunikasi telepon dan pesan SMS belum memberikan jawaban atas hal tersebut.(tim)




Discussion about this post