Perhelatan pesta demokrasi 17 april 2019 menjadi momen bagi masyarakat menggunakan hak pilihnya bagi wakil wakil yang akan bisa menampung aspirasi.
Dan Caleg dari berbagai partaipun mengumbar sejuta janji,tak jarang dari mereka hanya jual tampang dan jual uang. tanpa program, tanpa visi misi menjadi wakil rakyat kelak
Gembira marbun, caleg Partai Solidaritas Indonesia dapil 9 DPRD provinsi Sumut ingin merubah cara pandang masyarakat yang menganggap bahwa caleg hanya jual janji juga jual uang
Akademisi yang berprofesi dosen ini merasa betapa masyarakat kecewa dengan wakil yang dipilihnya.
Dalam paparannya kamis(28/3/2019), saat ini masyarakat ingin mendengar apa nilai jual yang ditawarkan caleg.
Bukan caleg yang ingin menjual uang
Ayah tiga anak ini berkata, sebagai caleg Dia ingin menawarkan pengembangan budaya kesukuan yang menjadi kearifan lokal didaerah etnis Batak.
Dituturkan kebudayaan etnis Batak sudah banyak tergerus akibat perkembangan era tehnologi.
Bahkan generasi muda atau disebut generasi milenial tidak lagi menganggap kebudayaan etnis Batak perlu dilestarikan.
Dan hal itu mendorongnya,sejak tahun 2005 sudah meminati dan tertarik mencari jati diri atau identitas budaya bangso Batak seperti umpama Batak yang mengatakan
“Tuat nadolo martuhot sisialagudi,naipukka na dijolo ihuttonon nadipudi”
Aktifis budaya Batak di Hariapan Patugoan Halak Hita Batak ini, ingin menjadi reprentasi dari masyarakat yang masih menginginkan budaya kebatakan lestari.
Disebutkan, tokoh tokoh yang ingin agar budaya batak lestari sudah sangat minim.dan generasi muda menganggap budaya kebatakan sudah ketinggalan jaman.
Namun sebenarnya, dikepemimpinan Jokowi kearifan lokal seperti budaya kesukuan sudah bisa menjadi nilai jual di daerah seperti pengembangan pariwisata.
Caleg urut no 3 DPRD Provinsi Sumut ini menegaskan, sudah banyak nilai budaya, nilai agama,nilai hukum dan nilai filosofi hidup yang diwariskan leluhur hilang,sehingga diperlukan pribadi yang mau mengembangkan nilai tersebut.
Dan saya siap untuk itu.
” Saya siap dan mampu untuk menjadikan budaya etnis, filosofi hidup kebatakan menjadi nilai jual pariwisata bagi peningkatan taraf hidup warga”, ujar Gembira.
Hal tersebut sudah dibuktikan dengan membentuk kelompok yang direkrut dari muda mudi batak yang disebut “Naposo Haposan Banu Batak”.
Sudah terbentuk Kab.Humbang hasundutan, Samosir dan Tapteng. Sedangkan didaerah yang lain sudah disosialisasikan, tambahnya.
Dan Partai Solidaritas Indonesia( PSI ) adalah partai yang punya visi misi dan punya integritas bisa menjadi wadah agar ketika nanti terpilih dan duduk sebagai wakil rakyat pengembangan budaya etnis kebatakan bisa dilestarikan ucap Gembira.
“Karena itu agar kebudayaan Batak lestari, pilihlah Gembira marbun caleg DPRD Provinsi Sumut dapil 9 no urut 3 Partai Solidaritas Indonesia”pungkasnya. (Maju Simanungkalit)


Discussion about this post