“Hari ini saya sebagai warga indonesia menanyakan dimana kedilan itu.. saya hanya anak dari keluarga tidak mampu yg di aniaya..
kemana masyarakat indonesia yang cinta kedamaian.
Lihat si pemilik mobil putih yg menganggarkan harta dan premanismenya menganiaya seorang anak gadis yang hanya ingin membela seorang ibunya. Bagaimana mereka yang memakan uang rakyat ?? Lalu apa bedanya kami yg justru melakukan sebuah kekeliruan kecil yg di besar2kan kami, dan menambah fitnah.
Saya harap buat saudara-saudara semua yang melihat postingan saya, meluangkan waktu untuk menshare kisah seorang anak yang ingin menyelamatkan ibunya,” Demikian ia menuliskan di salah satu postingannya pada Rabu (13/9/2018).
Dalam rekaman video yang diunggah tersebut juga disampaikannya saat hendak menolong ibunya, Ia mengaku dianiaya oleh seorang pria, MP, yang menurutnya adalah pimpinan sebuah ormas.
Ia awalnya menentang perlakuaan terhadap ibunya dengan berkata bahwa pria itu tidak berhak menghakimi ibunya. Namun setelah itu pukulan MP melayang dua kali ke wajahnya.
“Saya ingin maju lagi, tetapi masyarakat memegang saya sampai saya terjatuh di tanah. Kemudian mama saya diarak-arak lagi sampai di lapangan bola samping rumah saya,” kata anak yatim dan tinggal berdua dengan ibunya ini.
Setelah diarak-arak, mereka diberi dua pilihan. Angkat kaki dari daerah itu atau warga akan menghancurkan kedai tuak mereka. Ternyata kedai tuak dibikin hancur porak-poranda.
Selain itu, menurut Siliyana Angelita Manurung, warga juga mengambil paksa dua sepedamotor dari rumah mereka dan alasannya dituding bahwa motor itu juga adalah barang curian.
Siliyana Angelita Manurung mengaku setelah kejadian itu telah melapor ke Polrestabes Medan dan sudah ke rumah sakit untuk visum. Ia pun mengaku bahwa ia dan ibunya bukanlah orang yang sempurna, namun ia berharap mendapatkan keadilan. Terkait berbagai hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut, tim masih melakukan penelusuran.(vay)




Discussion about this post