Ratusan pedagang kaki lima dan kios tempel beserta Mahasiswa (Balimpel) di Pasar Horas, Kota Siantar, Senin (07/05/18) sekitar pukul 11:00 WIB menggelar unjuk rasa guna menuntut agar tidak dilakukannya pembangunan fisik di Pasar Horas yang dinilai dapat mengganggu aktifitas pedagang.
Dalam aksinya, pedagang melakukan aksi boikot jalan Sutomo yang menjadi jantung Kota Siantar, “bangunan ini masih kuat, jangan asal mau dirobohkan dengan alasan pembangunan. Perhatikan nasib kami, jangan hanya keuntungan pelaksanaan proyek aja yang dipikirkan,”kordinator lapangan, Bonar Silalahi.
Dalam orasinya, para pedagang meminta agar Walikota khususnya Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Horas Jaya (PHJ) turun dari jabatan apabila bersikeras merubuhkan gedung balairong yang ada di Pasar Horas.
“walikota dan dirut jangan semena-mena, perhatikan nasib para pedagang apabila kios dan bangunan dirubuhkan,”katanya.

Biar lah kami lakukan ini jelas ramesh marpaung salah satu pengunjuk rasa, biar terbuka mata hati pejabat pejabat itu jangan lah semena mena terhadadap pedangang kecil seperti kami ini kami juga butuh makan anak istri keluarga kami ucap nya.
Amatan wartawan ratusan pedagang menggelar orasi dan memblokade jalan Sutomo tepatnya didepan pasar Horas. Kemacetan lalulintas tak terhindarkan.

Tampak, sejumlah personil Satlantas Polres pematangsiantar kesulitan mengalihkan arus lalulintas dari jalan Sutomo menuju Jalan Vihara dan Jalan Imam Bonjol. Pedagang sempat terlibat cekcok dengan seorang pengguna jalan yang kesal dengan aksi boikot Jalan Sutomo. (Ridho)




Discussion about this post