Ketua Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI), Jan Wiserdo Saragih mendesak agar pembangunan ugu Raja Sangnaualuh segera dilaksanakan dan ditangani oleh profesional.
Disampaikan tokoh pemuda Simalungun ini, pembangunan tugu Raja Sangnaualuh yang sangat lambat menjadi indikator pelecehan pemerintah terhadap Simalungun. Pasalnya menurut Jan Wiserdo, sudah ada rentang waktu hitungan tahun sejak peletakan batu pertama.
“Di pembangunan tugu Sangnaualuh ini lah terlihat Pemerintah melecehkan Simalungun, 8 tahun lalu sudah peletakan batu pertama tapi tak di bangun juga. Ini dibangun setelah Simalungun marah, jika ada niat tulus mengapa sampai 8 tahun?” sebutnya.
Pun demikian, ia terus mendorong pembangunannya dan agar dijadikan ikon Kota Pematangsiantar. Hal penting lainnya disampaikan Jan Wiserdo, agar pembangunan tugu ini nantinya dipercayakan pada profesional agar tak memicu masalah baru.
“Pembangunan ini harus dipercayakan kepada yang profesional dan jangan sampai memicu masalah baru lagi,” terangnya.
Sekda Kota Pematangsiantar, Budi Utari Siregar kepada Newscorner.id Kamis (17/5) siang menyampaikan bahwa Pemerintah Kota serius dalam melaksanakan pembangunan tugu tersebut.
Meski belum sampai seratus hari menjabat sekda, dengan keseriusan pihaknya dalam mewujudkan pembangunan tugu, Budi Utari Siregar telah menunjukkan penghargaannya terhadap etnis Simalungun di Kota Pematangsiantar.
Ia juga menegaskan pelaksanaan pembangunan tugu ini nantinya harus dikerjakan secara profesional dan oleh pihak yang profesional pula.
“Ya harus dikerjakan secara profesional dan oleh orang-orang profesional,” sebut Sekda.
Disampaikannya juga, perkembangan terakhir, Rabu (16/5/2018) kemarin telah dilakukan rapat dengan sejumlah pihak. Dari hasil rapat itu pula pembahasan soal lokasi tugu telah mengerucut. Nantinya akan dibangun di pertigaan jalan Sutomo-Sangnaualuh, tak jauh dari pusat perbelanjaan Ramayana. (Vay)


Discussion about this post