Pengungkapan 5 kilogram sabu oleh Polres Asahan tidak hanya berhenti pada penangkapan satu kurir. Aparat kini tengah membongkar jaringan peredaran narkotika lintas negara yang terstruktur, mulai dari pemasok di Malaysia hingga rencana distribusi ke Pulau Jawa.
Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, SH, SIK, MH mengungkapkan bahwa tersangka berinisial S (45) diduga hanyalah bagian kecil dari rantai panjang jaringan sabu internasional yang memanfaatkan jalur laut sebagai pintu masuk utama ke Indonesia.
Alur Jaringan yang Terungkap Sementara:
1. Pemasok (Malaysia)
Sabu diduga berasal dari jaringan pemasok di Malaysia yang telah lama menjadikan perairan Selat Malaka sebagai jalur strategis penyelundupan narkotika.
2. Kurir Laut
Barang dikirim menggunakan kapal kecil menuju wilayah pesisir Sumatera Utara, khususnya daerah rawan seperti Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.
3. Penerima/Transit (Asahan)
Tersangka S berperan sebagai penerima sekaligus kurir darat yang mengambil barang setelah tiba di pesisir, sebelum didistribusikan ke wilayah lain.
4. Jaringan Distribusi Dalam Negeri
Dari Asahan, sabu direncanakan dikirim ke Kota Solo, Jawa Tengah, yang diduga menjadi salah satu titik edar atau transit lanjutan.
5. Pengedar Lokal
Di daerah tujuan, jaringan lain telah siap menerima dan mengedarkan sabu ke pengguna, yang menyasar berbagai kalangan.
Kapolres menegaskan bahwa pola ini menunjukkan jaringan bekerja secara terorganisir dan berlapis, sehingga membutuhkan kerja sama lintas instansi untuk membongkarnya.
“Kurir seperti tersangka biasanya tidak bekerja sendiri. Ada pengendali, ada penerima berikutnya, dan ada jaringan distribusi yang sudah menunggu. Ini yang sedang kami kejar,” tegasnya.
Polisi kini terus melakukan pengembangan untuk mengidentifikasi pelaku lain, termasuk pengendali utama (bandar) yang berada di balik pengiriman tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum di wilayah lain.
Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa peredaran sabu masih menjadi ancaman serius, dengan jaringan yang terus berupaya mencari celah melalui jalur laut dan daerah pesisir.
Polres Asahan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan, sebagai langkah bersama memutus rantai peredaran narkotika di Indonesia.


